Korean Drama Review – 슬기로운 감빵생활 (Wise Prison Life / Prison Playbook)

MV5BMTQzMzYwNzEtY2U1Zi00MTA1LWJhZTctZjE2NjMzYjlmNmQwXkEyXkFqcGdeQXVyMzE4MDkyNTA@._V1_UY1200_CR108,0,630,1200_AL_

Lagi-lagi drama dengan poster yang keliatannya serius banget. Ya, itu kesan pertama pas liat poster drama ini dan sedikit mengintip episode pertamanya. Dengan sotoynya aku mau bilang kalau rasanya nonton drama ini kayak nonton film. Tata gambarnya bagus kayak movie bukan kayak drama. Apa mungkin emang beda atau perasaan aku aja? Mungkin teman-teman yang mengerti perfilman bisa nonton juga. hahaha.

Drama ini ada 16 episode. Dibanding drama biasanya yang seepisode rata-rata berdurasi 1 jam, kali ini satu episodenya lebih panjang berdurasi sekitar 1.5 jam (tuh nambah setengah jam lagi udah jadi film layar lebar tuh. Hahaha).

Ceritanya dimulai dari Kim Jae Hyuk (Park Hae Soo) seorang atlet baseball terkenal yang ditangkap polisi dan dipenjara karena menyerang seorang laki-laki yang suatu malam dipergoki mencoba melecehkan adik perempuannya secara seksual. Kakak mana yang nggak emosi liatnya. Mereka terlibat perkelahian hebat sampai akhirnya si Kim Jae Hyuk ini mukul kepala laki-laki itu pakai semacam piala kaca sampai pingsan di saat Kim Jae Hyuk juga pada saat itu terancam mau ditusuk pake pecahan kaca. Kejadian itu sempet dianggep cuma aksi membela diri sampai akhirnya si laki-laki yang dipukul kepalanya itu menderita lumpuh otak dan kemudian meninggal, yang bikin Kim Jae Hyuk harus mendekam lebih lama di penjara. Sebagai pembunuh. Cerita kemudian didominasi sama kehidupan di dalam penjara. Tentang orang-orang di dalam selnya kayak apa, sipir-sipir penjaranya, sampai ke intrik-intrik yang terjadi di dalam penjara.

Jadi ini adalah serial dengan tema penjara kedua yang aku tonton setelah Orange Is The New Black (kalau ada yang bertanya, ini serial bule bukan serial korea). Kalau Orange is The New Black fokus di penjara perempuan, Prison Playbook ini fokusnya di penjara laki-laki. Jadi bayangkanlah ada sepotong dua potong ‘roti sobek’ yang akan menghiasi pemandangan kamu jadi lebih indah. Hahahaha. (Maaf, naluri wanita terlalu penting)

Tokoh-tokohnya siapa aja, Gits?

Sebenarnya karena settingnya penjara, jadi tokoh yang diperkenalkan pun lumayan banyak. Tapi mari kita bahas tokoh-tokoh sentral yang lumayan menarik perhatian. Perhatian siapa? Anggap aja perhatian dari aku itu penting. (iyain aja, kan aku yang punya blognya. iyain aja biar cepet. iya iya)

Kim Jae Hyuk (Park Hae Soo), seorang atlet baseball terkenal yang masuk penjara karena kasus pembunuhan. Tokoh Kim Jae Hyuk ini gemas sekali!!! Tampan, atletis tapi pemikirannya polos dan kelewat sederhana. Hahahaha (mudah-mudahan pemilihan kata aku udah cukup halus dibanding maksud sebenarnya). Kalau kata temen-temen satu selnya, Kim Jae Hyuk ini memang bintangnya baseball, karena dia nggak bisa ngelakuin apapun dengan bener selain baseball.

Lee Jun Ho (Jung Kyung Ho), seorang sipir penjara yang adalah sahabat lamanya Kim Jae Hyuk. Selama di penjara bapak inilah yang menemani Kim Jae Hyuk melewati masa-masa sulit. Bromance mereka disini menyenangkan sekali diliatnya. Dan btw, kenapa pacarnya Sooyoung ini ganteng yah? Akhirnya ku mengerti kenapa rumput tetangga selalu keliatan lebih hijau. Hahaha. (Iyalah merhatiin rumput tetangga, rumput sendiri kan nggak punya. #sad #nggapapaijahsetrong)

Kim Min Chul (Choi Moo Song), mantan gangster yang udah dipenjara 22 taun karena ngebunuh orang. Kalau di selnya Jae Hyuk, bapak ini ke-leader-an sekali. Gahar tapi lembut. Kayak aku gitu (lagi-lagi iyain aja biar cepet)

Yoo Han Yang (Lee Kyu Hyung), anak muda yang masuk penjara karena narkoba. SUMPAH YAH DIA LUCU BANGET! hahaha literari lucu. Karena pemakai parah jadi ngomongnya kayak kaset kusut gitu dan melek buka mata aja susah. Hahahaha. Yoo Han Yang ini jadi salah satu tokoh yang bakal bikin drama ini jadi lucu dan menarik.

Captain Yoo (Jung Hae In), anggota tentara yang masuk penjara karena dituduh ngebunuh salah satu prajuritnya. Awal masuk sel kaku banget kayak kanebo kering, tapi lama-lama lucu juga #eh. Hahaha. Ganteng. Udah gitu aja. (fangirl simple)

Sipir Peung (Jung Woong In), sipir penjara yang aku kira jahat ternyata hatinya selembut Hello Kitty. Hahahaha. You guys cant blame me karena suudzon sama bapak ini. Perannya jadi jahat terus. Nggak tahan buat nggak suudzon. Hahahaha.

Kim Ji Ho (Krystal), pacarnya Kim Jae Hyuk yang kerjaannya putus nyambung.

Nah, tentang Krystal… lagi-lagi kayak kasus Hyeri di Two Cops, aktingnya juga dikritik sama netijen. Meski kali ini banyak juga netijen yang bilang aktingnya Krystal bagus. Bedanya, dia nggak sampe bikin surat permintaan maaf kayak Hyeri dan lebih ngambil sikap cuek (yang bikin bashingan dateng lagi. duh netijen) hahahaha.

Kalau menurut kamu gimana, Gits? Kata aku sih masih bisa dinikmati kok. Aku pribadi suka sama Krystal pas dia main di the Heirs. Lucu banget. (Sukanya sampai ke level nggapapa lah dia perannya jadi pacarnya Minhyuk. iya iya. Iyain aja biar cepet). Di drama ini, peran Krystal juga nggak terlalu banyak, karena dramanya memang lebih banyak ngabisin settingnya dalem penjara. Yang pasti mah di sini dia jadi keliatan mirip banget sama Jessica. Hahaha. Iya kan adiknya, Gits. Kalau mendadak mirip kamu nah, dia nggak bakalan bisa main drama. Hahaha. #mimpibabulagi

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Yap! Bagus, banyak banget life lessonnya. Dramanya nggak terlalu berat, jadi durasi 1.5 jam bisa nggak gitu kerasa panjang seepisodenya. Aku malah hampir setengah dramanya ngerasa kalau ini drama komedi, cuma settingnya di penjara. Bisa bikin ketawa, nangis, dan mikir. Eaaaa! Patut sekali ditonton! Meski cursing cursing kasar bertebaran di udara. Hahaha. Namanya juga isinya penjahat ya begitulah.

Drama ini udah bisa dipastikan (harus) ada season 2 nya. Aku mah maksa. Iya, soalnya di episode terakhir masih banyak yang belum terungkap. Cuma belum tau nih releasenya kapan. Semoga secepatnya! Hahaha (kayak syuting gampang aja gits)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!!

 

Advertisements

Korean Drama Review – 투깝스 (Two Cops)

id.pinterest.com

Oke, harus dari mana mulainya?

Jo Jung Seok kembali saudara-saudara! (nyalain petasan, tiup terompet, Yeah!), salah satu aktor favoritos aku akhirnya kembali ke layar kaca! Duileh, bahasanya udah kayak Seputar Indonesia belum? Hahaha. Dan apa lagi yang bikin bahagia? Begitu liat trailernya ada Kim Sun Ho! Tuhan sayang sekali sama aku. DUA BIAS SATU DRAMA! (Iya, santai aja, Gits… capslocknya nggak usah pake jebol segala.) Terima kasih, Tuhan!

Kalau bahas plot drama suka agak bingung ya mau jelasinnya tanpa nge-spoiler, dan juga karena ini drama beda sama film, konfliknya jadi beranak pinak. Maka dari itu, mari kita bahas unsur-unsur dramanya aja, yuk, capcus!

Kenapa dikasih judul Two Cops?

Terserah yang bikin ceritanya sih, kak. Hahahaha. (minta digampar pake dollar)

Cerita berawal dari Cha Dong Tak (Jo Jung Seok) yang adalah seorang detektif polisi dari divisi kriminal yang lagi berusaha menangkap Gong Soo Chang (Kim Sun Ho) si pencopet dan penipu ulung yang saat itu dicurigai jadi pelaku pembunuhan seorang polisi rekan kerja si Cha Dong Tak ini. Pas lagi berusaha bawa si Gong Soo Chang ini ke kantor polisi, mereka mengalami kecelakaan terjun bebas ke Sungai Han dengan keadaan tangan saling terborgol sampai nggak sadarkan diri. Cerita kemudian semakin seru ketika besoknya, Cha Dong Tak bangun udah di rumah sakit tapi sebenarnya dia bukan Cha Dong Tak, melainkan Gong Soo Chang. Nah loh! Jeng jeng jeng… Jadi, kemudian Two Cops akan diterjemahkan sebagai seorang polisi yang raganya satu tapi jiwanya dua orang. Mulai kebayang kan?

Drama ini lalu berjalan dengan kisah-kisah Cha Dong Tak ini yang (akhirnya mau) bekerja sama sama si Gong Soo Chang buat memecahkan kasus-kasus kriminal yang kemudian juga punya banyak hubungan sama hidup mereka masing-masing. Termasuk kenapa mereka ditakdirin buat jadi satu, dan juga termasuk Gong Soo Chang yang harus kembali ke tubuhnya sendiri sebelum 49 hari habis, Kalau nggak, bye.

Pemainnya gimana?

Kalau punya jempol lebih dari empat, semuanya kuacungin buat akting Jo Jung Seok di drama ini! Jo Jung Seok berhasil meranin dua orang dengan kepribadian dan kebiasaan yang jauh berbeda. Bayangkan, yang satu polisi dingin (yang kayaknya bisa diitung juga berapa kali si Dong Tak ini senyum atau ketawa *gila nyebutnya si Dong Tak emang elu ini akraban banget anaknya, Gits. Hahaha) yang satunya lagi penipu ulung yang pecicilan. AKU CINTA BANGET PADAMU, BANG! *kasih peluk cium* *ditampol mbak Gummy pake piano* Brrrrravo! *masih aja histeris*

Kim Sun Ho yang jadi partnernya juga luar biasa. Chemistry mereka beneran enak banget diliatnya. Sejak liat Kim Sun Ho di Strongest Deliveryman, aku udah suka sama abang yang satu ini juga. (Yes dia 86! I got another Oppa! Hahaha). Perannya disini juga nggak kalah pecicilan sama di Strongest Deliveryman. Aku sampai bingung apa sebenarnya babang Sun Ho itu orangnya emang pecicilan? Tapi, buat aku sih itu biar jadi salah satu kharismanya Sun Ho. Meski ya, sebagai seorang aktor dia juga pasti mengharapkan peran yang lebih serius mungkin. (kesotoyan hqq). Aku menunggu karyamu berikutnya, bang!

Hyeri! Ini nih yang dari awal tayangnya si Two Cops ini jadi kontroversi sendiri di kalangan netizen. Banyak komentar miring tentang betapa jeleknya akting dia. Sampai di akhir penayangan Two Cops kemaren Hyeri bikin surat tentang permintaan maaf soal aktingnya di drama ini. You guys can check the news here .Huhuhu, sampai segitunya. Suka sedih sendiri. *mendadak mellow*

Menurut kamu gimana, Gits?

Menurut aku yang hanya remah berlian dan nggak ngerti apa-apa soal kualifikasi akting bagus atau akting jelek itu kayak gimana, menganut paham kalau akting itu bagiannya bukan bagus atau jelek, tapi cociks enak diliat atau kagok jadi nggak enak diliat. Gitu aja sih Hahaha. (Gilingan aja sih udah nggak ngerti akting terus sok-sok an bilang akting orang jelek LoL) dan buat aku di drama ini sesungguhnya Hyeri sih nggak sejelek itu. Dan lagi sebenernya porsinya juga nggak sebanyak itu. Hyeri memang juga jadi pemeran utama di samping Jo Jung Seok dan Kim Sun Ho, tapi sepenilaian aku, porsinya nggak sebanyak pria-pria itu. Jadi tarolah kata orang-orang aktingnya nggak enak diliat, tapi buat aku sih nggak ngaruh juga. Hahaha. Hyeri yang disini berperan jadi Song Ji An, reporter yang kemudian juga punya love line sama Dong Tak yang sayangnya terlalu sibuk buat ngurusin orang-orang jahat sehingga nggak sempet pacaran, bikin peran Song Ji An sendiri makin nggak terlalu banyak. Kata aku yaaa… bebas-bebas aja orang kalau punya pendapat lain. Aku sih yes nggak tau mas Anang. Hahaha!

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Melihat dari speed diri sendiri saat nonton, 32 episode abis dalam 3 hari, tanpa skip pula, berarti drama ini bisa dicerna dengan mudah dan menyenangkan! Konflik yang ada di drama dengan tema kepolisian mah standar ajalah. Si ini nutupin kejahatan si itu karena punya koneksi sama yang di atas terus yang nggak salah jadi salah sementara yang salah malah enak-enakan main golf. Ya masih seputaran gitu aja. Nggak terlalu berat dan nggak terlalu banyak darah. Pemain pendukungnya juga mumpuni sekali! Buat kamu yang rajin nonton drama pasti udah banyak muka yang dikenal. Dan buat drama kepolisian ini memang drama komedi juga sih. Jadi menghibur sekali! Termasuk quotes yang akan aku ingat :

Ceritanya, mereka lagi diskusi tentang gimana caranya ngejebak penjahat :

“Let’s go after the one weakness that all man have.”

“What? His Mom?”

Oke, pelajaran moralnya adalah : Laki-laki sejati harusnya lemah di hadapan ibunya. CAMKAN ITU ANAK ANAK!

Hahahaha. Leh ugha u.

Good Job, Two Cops! KUCINTA PADAMU.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

Korean Movie Review – 택시운전사 (Taxi Driver)

A_Taxi_Driver-P1

Aku tertipu sama posternya! Grrrr…

Kenapa? Karena ternyata jalan ceritanya nggak seindah senyuman bapak supir taksi itu.

Berbekal penasaran karena film ini banyak banget dapat award dan jadi buah bibir yang lumayan menggoda di tahun 2017 (Kalian bisa cek awardnya apa aja di sini soalnya ini akan jadi postingan super panjang kalau aku jabarin semuanya. Yuk open link in new tab aja /pemanfaatan teknologi yang haqiqi. Hahaha), maka aku memutuskan buat nonton. Lagi-lagi tanpa baca sinopsisnya dulu. Hahaha. iya, kebiasaan emang. Dan tergoda dengan taglinenya yang bilang kalau ini diangkat dari kisah nyata. Dipikir-pikir kenapa ya yang ‘based on true story’ itu suka lebih menggoda? Apa lagi-lagi aku doang yang mikir kayak gini? Iya iya jalan pikiran lu emang suka nggak ketebak, gits.

Dan ya, film Taxi Driver ini diangkat dari kisah nyata tentang Insiden di Gwangju, Korea Selatan tahun 1980. Insiden yang terjadi ketika masyarakat (yang terdiri dari banyak mahasiswa dan rakyat rakyat lainnya) Korea Selatan yang saat itu berkumpul di kota Gwangju mencoba menggulingkan rezim militer yang saat itu mengambil alih pemerintahan. Mereka berdemo di jalan demi mendapatkan pemerintahan yang demokratis. Ini disebut insiden ketika akhirnya pihak militer juga kemudian menyerang siapapun yang terlibat dengan membabi buta. Insiden Gwangju ini juga yang kemudian disebut jadi langkah awal bersejarah buat kehidupan demokrasi di Korea Selatan selanjutnya sampai dengan sekarang.

Terus apa hubungannya sama supir taxi?

Jurgen Hinzpeter (Thomas Kretschmann, pemerannya beneran orang Jerman), wartawan asal Jerman yang waktu itu lagi di Tokyo, ngedenger situasi politik Korea Selatan lagi panas dan memutuskan buat terbang ke Korea buat dapetin beritanya. Pertemuannya sama Kim Sa Bok (Song Kang Ho) sebenarnya nggak sengaja. Kim Sa Bok disini adalah seorang supir taksi yang hidup susah, diceritain ‘nyuri’ orderan supir taksi lainnya pas nguping lagi makan siang demi uang gede yang bisa dia pakai buat bayar utang sewa rumahnya sekalian beli sepatu buat anak perempuan tunggalnya yang udah ditinggal meninggal sama ibunya. Jadilah Kim Sa Bok akhirnya supir taksi yang bertugas nganterin sekaligus ngeguide si Mr. Hinzpenter ini buat ngeliput kerusuhan Gwangju.

Perjuangan Mr. Hinzpenter, Kim Sa Bok, dan taksi tuanya buat masuk ke Gwangju dengan selamat, bertahan disana tanpa kena tembak dan pulang kembali dengan keadaan utuh jadi point utama cerita ini. Kim Sa Bok dan juga masyarakat Gwangju yang kemudian membantu perjuangan mereka, bertekad kalau si Mr. Hinzpenter ini harus berhasil ngeliput berita tentang insiden Gwangju yang sebenarnya, betapa kejam rezim militernya dan bisa bawa berita ini sampai seluruh dunia bisa tahu. Kebayang kan wartawan asing yang mencoba masuk ke daerah konflik? Konfliknya konflik militer pula. Luar biasa. Salah gerak dikit ketemu tentara. Bye.

Sejujur jujurnya review, film ini aku tonton tanpa skip meski banyak nutup matanya. Iya, aku mah anaknya lemah sama film dengan unsur tembak-tembakan atau bantai-bantaian. Nonton Resident Evil aja aku mah banyak meremnya, kalau bukan karena ingin liat Mila Jovovich yang keren itu. Buat kamu yang mungkin punya kelemahan jantung yang sama kayak aku mungkin bisa siapkan dulu mental buat nonton film ini. Sumpah ya, pembuat film ini menurut aku berhasil membuat kita melihat banyak sisi mengerikan dari insiden Gwangju. Gimana orang-orang yang nggak berdosa juga ditembakin di tengah jalan, dibuang ke sawah. Dan banyak hal kejam lainnya. Duh, merinding disko lagi kalau inget.

Tapi, akhirnya aku ngerti kenapa posternya penuh senyuman kayak gitu. Selain karena insiden ini akhirnya bikin Korea Selatan bisa punya pemerintahan yang demokratis. Mungkin pembuat film ini pengen ngingetin kita buat nggak kehilangan harapan sekecil apapun dalam keadaan sesulit apapun. Iya sih sotoy, tapi kata aku sih gitu. Hahaha. Film ini juga nampilin rekaman asli Mr. Hinzpenter yang ternyata aslinya udah meninggal tahun 2016. Rekamannya nyeritain apa? Nonton aja. Aku nangis setitik liatnya. Huhuhu.

Jadi, recommended apa nggak?

Film ini seru! Dari segi action, dari segi cerita, dari segi pesan yang pengen disampaikannya. Semuanya patut ditonton!

Kurangnya apa? Banyak darah. Hahaha. Kutakshanggup.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Korean Movie Review – 신과함께 (Along with The Gods)

GOD_P_05_980-nhsrgg4qpgphr1eut5ejh29jfx0quwldocsvdgadny

Sebelumnya, akan aku ceritakan dulu keadaan bioskop pada saat nonton film ini (Nggak penting sih cuma biar kalian ada gambaran aja LoL)

Aku kebetulan nonton film ini hari Jumat siang kemaren (12/1) di CGV BEC. Entah aku yang udah kelamaan nggak sekolah (hush! ga boleh nyebut tua, ini namanya dewasa), atau emang kalau Jumat jam segitu anak-anak sekolah udah pada bubaran (sumpah sih dulu lupa kalau Jumat sekolah biasanya sampe jam berapa. Hahaha), yang pasti hari itu banyak banget anak-anak sekolah berseragam di area CGV. Antreannya lumayan panjang sis, udah keder aja takut nggak kebagian tempat, tapi taunya emang sebagian ngantri film ini sebagian ngantri Insidious. Jadi dengan sisa satu jam sebelum film dimulai aku kebagian kursi yang nggak terlalu tengah tapi juga Alhamdulillah nggak terlalu depan. Studionya kebetulan dapet yang kecil. (Update : pas udah masuk lumayan deket sama layar juga sih, tapi nggak sampe jereng mata Hahaha).

Lalu celingukan, beneran deh CGV siang itu didominasi sama anak-anak SMP sama anak SMA (aku bukan cenayang, aku tau dari seragam yang mereka pake. Haha) Udah bergumam aja dalam hati “Duh, mudah2an yang nonton film ini nggak anarkis yah…” Kenapa was-was? Karena berbekal pengalaman nonton film Train to Busan dan My Annoying Brother yang juga di bioskop, saat itu penontonnya juga sama-sama didominasi sama anak-anak sekolah. Bukan maksud menyamaratakan semua kelakuannya yaaa.. cuma saat itu nontonnya jadi berasa nonton di rumah, bukan di bioskop. Hahahaha. Tahu kan kelakuan kalian (dan mungkin termasuk aku) kalau lagi nonton film bareng temen-temen di kosan atau di rumah terus artis kesukaan kalian, atau kalau adegannya lagi gereget suka teriak-teriak sendiri? Nah kayak gitulah keadaan bioskop aku pada saat itu. Hahaha. Jadi, maapin aja ini mah kalau udah gelisah duluan liat penontonnya kebanyakan anak-anak abg. (Eits, inget aku mah anak dewasa. Hahaha)

Oke, waktunya nonton! Update you guys (soal keadaan bioskopnya), later! (Anaknya teh emang doyan gibah banget. Hahaha)

Film ini di Koreanya sendiri cetar membahana tornado, sis! Udah sampe 10juta penonton nggak nyampe sebulan.*cek beritanya di sini aja Berbekal berita ketenaran itulah dan Cha Tae Hyun, maka timbullah rasa penasaran dan yes, akhirnya tayang juga di Indonesia nggak lama setelah tayang di Korea. Cha Tae Hyun sendiri buat aku adalah aktor yang filmnya nggak pernah nggak rame selama ini.

Begitu mulai, film ini, kesannya malah kayak film horor. Kebetulan, aku yang berangkat ke bioskop tanpa liat dulu sinopsis filmnya (baca sih, cuma nggak kebayang. Iya, segitu kecilnya kapasitas prosesor otak aku /harap maklum). Terus begitu mulai kalimatnya udah berbau ‘akhirat’. Adegan berikutnya adalah Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang seorang fireman yang lagi gelantungan di tali yang talinya mau putus kebakar pas nyelametin seorang anak perempuan dari gedung yang lagi kebakaran. Duh, baru beberapa menit pertama aja lumayan bikin mules.

Film ini sendiri secara keseluruhan bercerita tentang proses reinkarnasinya Kim Jae Hong. Tentang gimana manusia yang udah meninggal harus ngelewatin dulu tujuh pengadilan sebelum bisa reinkarnasi. Ukuran reinkarnasi itu adalah kayak ukuran kesuksesan manusia yang berarti udah hidup sebagai orang baik. Kim Jae Hong yang meninggal pas lagi bertugas nyelametin orang, dianggap sebagai pahlawan yang muncul setelah 19 tahun nggak ada manusia sehebat itu di alam sana. Nah, pengadilan-pengadilan yang harus dilewatin itulah yang jadi dominasi alur cerita film ini. Di setiap pengadilannya, ada banyak cerita hidup yang buat aku bagus. Kayak mengajarkan banyak hal kalau hidup kadang nggak seperti kelihatannya. Bahkan orang yang dianggap sempurna dan penuh kebaikan kayak Kim Jae Hong ini juga punya aja kesalahan-kesalahan yang nggak dia sadarin.

Nah, selama melewati pengadilan-pengadilan di akhirat sanalah dia ditemenin sama Guardian-guardiannya yang bertiga itu yang kayak di poster. Tugas Guardian ini adalah jadi guide sekaligus tim pembela kalau sampai ada pengadilan yang ngasih tuntutan nggak sesuai. Guardian-guardian ini harus mengantar arwahnya buat sampai sukses reinkarnasi. Pasukan Guardiannya ada Ha Jung Woo (bapak kapten gagah dan berkharisma), Ju Ji Hoon (ini yang bikin seger sepanjang film! Aduh aku sampai lupa kapan terakhir liat dia di film… dan dalam hati langsung bertanya-tanya ’emangnya dia teh emang seganteng ini’? Oke, terus langsung browsing dan wow dia udah jomblo sekarang. Oke thanks. Hahaha #mimpibabu), sama Kim Hyang Gi (nama tetehnya lucu deh Hyang Gi, dan aku terakhir liat artikel dia yang dimirip-miripin sama D.O EXO di film ini. Gimana menurut kalian? Lumayan mirip sih emang.)

Dari segi cerita, ini film bagus! Aku sampai mewek kejer nontonnya :(((((( meski ritme meweknya gini : terharu, nangis, mewek (mewek itu nangis dengan level lebih ingusan LoL), ketawa, nangis lagi, mewek lagi, ketawa lagi, dan mewek sampai habis. Sumpah ya, menuju akhir film udah bingung ini sopannya ngasih reaksi mewek aja apa ketawa juga boleh yah? Gitu. Penasaran? Ditonton aja! Hahahaha. Yang pasti sih film dengan tema keluarga, buat aku mah selalu lebih bikin pusing :((((

Dan apa lagi yang bikin film ini bagus? Special EFEKNYA! (Bahasa campur-campur semaumu, Gits. Udah kayak es) Kalau bahasa kerennya mah CGI. Ih keren! Aku adalah termasuk salah satu penonton yang sangat menikmati film-film dengan CGInya yang mumpuni. Biasanya kalau udah bagus banget akan sampai ke tahap penasaran, ini syutingnya gimana atau ini bikinnya gimana. Suka kagum sendiri nggak sih? Atau aku aja? (Mungkin ada hubungannya sama kapasitas otak yang minimalis atau emang aku mah anaknya gampang kaguman aja, Hahaha.)

Kurangnya apa? Aku nggak tau yah tentang berita kalau ini adalah film pertama dari sekuel yang katanya bakal ada itu bener apa nggak (will update you guys kalau aku menemukan sumber terpercaya, atau mungkin kalian menemukannya duluan kabar-kabari ya!) cuma emang ada beberapa bagian yang belum ketemu jawabannya. Lagi-lagi kirain aku doang yang suka nggak ngerti sama jalan cerita kalau udah mulai terlalu banyak konflik, taunya di bagian akhirnya, tokoh dalam filmnya sendiri yang juga bertanya hal yang sama kayak yang aku pertanyakan. Hahaha. (Yes, kali ini aku jagoan!) Mudah-mudahan emang bener ada sekuelnya, dan mudah-mudahan lagi sekuelnya sebagus film yang ini (terkadang mah kusuka trauma sama sekuel-sekuelan).

Dan ya, seperti 10 juta penonton lainnya dan bahkan lebih, film ini sangat rekomendasi buat ditonton! Akting semua aktor dan aktris pendukungnya mumpuni sekali, sis! Meski Ju Ji Hoon membuatku hilang fokus dan membuatku galau. Lah. Hahaha. #mimpibabupart2

Yang udah nonton, selamat! Yang belum nonton, selamat menonton!

*Cerita tambahan : Jadi gimana Git, keadaan bioskop pas nonton film ini? Hahaha.

Begitu waktunya masuk, aku barengan sama rombongan anak seragam putih biru yang di jalan menuju auditoriumnya aja udah rame bener kek lagi arisan. Pas masuk aku udah ngedoa aja mudah-mudahan nggak sebaris atau nggak deketan (ya kan ngedoa nggak satu studio udah nggak mungkin, Hahaha) Juga berdoa supaya mereka nggak anarkis pas nonton, karena aku tau alasan mereka semua nonton siang itu karena apa. Karena siapa lebih tepatnya. Yes, D.O EXO saudara-saudara! Kenapa aku tau? Karena mereka udah heboh ngomongin D.O dari sebelum masuk. Fyi, D.O emang bagus pisan sih aktingnya. Sumpah, nggak pake boong.

Oke, film dimulai semua berjalan seperti seharusnya. Hening dan menyenangkan, sampai D.O nongol. Hahahaha. Di film ini peran D.O emang nggak banyak, tapi dia jadi salah satu peran kunci buat film ini dan perannya cukup mengundang reaksi heboh bahkan buat aku yang datang bukan buat liat D.O doang (tapi Alhamdulillah masih dikasih eling ini lagi di bioskop Hahaha) Begitu D.O yang perannya jadi tentara ini muncul, nyaris semua orang termasuk teteh teteh di sebelah aku yang keliatannya kirain kalem langsung teriak “D.O!!!” Ya, kayak nonton konser. Bukan nonton bioskop. Oyeah, selamat datang di bioskop yang berubah jadi area Music Bank! Hahaha. Beberapa orang di sekeliling aku termasuk teteh teteh yang di sebelah aku langsung sibuk ngambil handphone dan motret D.O di layar. LUAR BIASA. Buat adek-adek yang mungkin baca ini jangan ditiru yah.. gimana juga itu adalah tindakan tidak terpuji dan sesungguhnya melanggar hukum. You guys, kalau mau dapet gambar idola kalian lagi main film kunjungi aja google atau fansitenya, yakin akan lebih banyak hasil fotonya dengan resolusi yang lebih mumpuni buat dipajang di hp atau di desktop kalian (mari sis, aku tau soalnya kebiasaan kita fangirl kan rata-rata sama, Hahaha.) Tapi, overall dibanding sama pas nonton Train to Busan dulu  kehirukpikukan di dalam auditorium nggak terlalu heboh. Nggak hampir setengah film. Hahaha. Alhamdulillah!

Sekali lagi, yang belum nonton dan punya rencana nonton, selamat menonton (dengan tertib dan saling menghormati ya!)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Kembalinya sang Pelaut.

Yes, i’m back!

ada yang kangen? nggak ada yah? iya nggak apa-apa. bahkan bapak eik juga nggak pernah bilang eik cantik #apayah #monolog

nope, eik memang bukan pelaut. tapi kan kalau judulnya Kembalinya sang Administrator Keuangan bukankah kedengarannya malah kayak headline berita kriminal? oke, kalian cukup saja menerima judulnya. terima kasih. *diem-diem ngancem pake tusuk gigi di belakang punggung*

sedih rasanya liat blog ini terakhir update maret 2017, ahahahaha (sedih kok haha.. itu ketawa sambil nangis ceritanya biar masih kelihatan bahagia padahal terluka #sekaliancurcol)  Kalau diibaratin rumah ini udah jadi rumah kosong yang penuh debu dan sarang laba-laba lalu dipinjem production house buat bikin film horor.

banyak hal terjadi yang menyebabkan ketidakupdatean blog ini. mulai dari kegiatan mencari berlian yang nggak ada abisnya (iya, berliannya nggak ada capeknya aja nyisa), dan banyak lagi alasan mulai dari nggak ada waktu, harus syuting stripping, sibuk pacaran sama Minhyuk, besoknya sama Dujun, terus ditinggal wamil sama Chang Wook. ya, ada banyak jutaan alasan yang bakalan eik pake buat menutupi satu alasan sebenarnya. eik lupa email buat log in wordpress ini. HAHAHAHAHA.

sumpah yah, penyakit lupa itu emang bisa nyerang siapa aja termasuk orang cantik kayak eik (ya, lagi-lagi cuma muji diri sendiri aja daripada nunggu ada yang muji keburu bohay kayak Kim Kadarshian). jadi singkat cerita adalah keinginan buat ngeblog (yang tentu saja random dan nggak berfaedah) timbul lagi ketika tahun baru dimana biasanya manusia normal berlomba-lomba bikin resolusi. termasuk eik, meski eik setengah manusia setengah kardus martabak. (puas, hah?!)

anyway, akhirnya dengan kecerdasan hqq dan usaha ke1025 untuk menemukan misteri sebenarnya blog ini pakai email yang mana (password mah da aku tau soalnya semua disamain *ini adalah kembali tindakan pencegahan terhadap kepikunan dini*), akhirnya blognya bisa kebuka lagi! uyeahhh!

so, i’m back! (iya git, yey udah bilang tadi di atas)

jadi, selamat menikmati kembali blog tak berfaedah, random, dan semaunya!

i love you guys!

Korean Movie Review – 조작된 도시 (Fabricated City)

Fyi dulu sebelumnya kalau kalau content post ini mengandung delusi dan ngefangirl kelas kakap segede paus. Hahahaha.(Jadi ceritanya kalau udah baca dilarang protes :p)

Dikarenakan Ji Chang Wook sekarang memasuki top 2 bias aku dan ini adalah film perdananya Ji Chang Wook maka bulat tekad untuk langsung nonton di bioskop begitu keluar! Alhamdulillah rilis di Indonya ga jauh beda sama rilis di Korea, jadi nggak kudet kudet amat. Secara sih udah sirik duluan sama fans-fans Korea yang foto tiketnya udah bertebaran duluan di Instagram (terus aku ga mau kalah. LoL)

Fabricated sendiri udah kedengeran berita syutingnya bahkan sebelum Ji Chang Wook syuting K2. Nggak ngerti kenapa bisa jadi lama syuting dan rilisnya, tapi finally!

Filmnya seru! Ini seperti perpaduan antara hacker hacker plus balapan liar (itu terbayang-bayang banget adegan kejar-kejaran mobil yang udah macem fast furious). Ji Chang Wook sendiri disini berperan sebagai Kwon Yu, mantan atlet Taekwondo yang kemudian jadi gamers lalu kena tuduh pemerkosaan dan pembunuhan sampai akhirnya masuk ke penjara. Kwon Yu yang bertekad membersihkan nama baiknya, langsung berpetualang bersama geng gamersnya buat nyari tahu kenapa bisa dia yang sampe dituduh dan masuk penjara. Iya, soalnya ditangkepnya pas bangun tidur, jadi masih setengah sadar. Hahaha.

Buat Chang Wook sendiri, yak dia dapet genre action lagi! Aku sendiri sebenarnya nggak keberatan sih dia main action terus, karena kapan lagi bisa liat dia topless kayak di K2 atau bersimbah keringat kayak di film ini. hahaha! (come on sweat is sexy!), tapi sebagai yang sebenarnya bukan terlalu peminat film action, dan juga sebagai wish listnya Chang Wook sendiri sebelum wamil, dia pengen main drama komedi. Oh, Please! Itu ide bagus! Hahaha. Akting Chang Wook sendiri di film ini oke banget dan berdasarkan artikel yang sempet dibaca adalah banyak adegan action Chang Wook yang nggak pake stuntman. (Gimana coba dedek ga cinta sama totalitas abang satu ini?!) *peluk Chang Wook* *siapin balsem buat urut* *sama secangkir teh manis dan satu kecupan manja* LoL

Pemain pendukung yang lainnya pun bikin film ini makin oke. Di poster promonya, selain ada Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung (yang aku inget sih terakhir liat dia di Granny Idol. inget nggak? film yang nenek nenek kembali jadi muda terus jadi idol) , juga ada Ahn Jae Hong (ini masih seger, dia yang jadi kakaknya Ryu Jun Yeol di Reply 1988), peran mereka berdua disitu kocak abis! Yang Shim Eun Kyung, dia jadi hacker yang akhirnya bantuin Kwon Yu buat nemuin bukti-bukti alibinya tapi sociophobia abis! Nonton deh dan kalian akan ngakak gimana jadinya orang yang nggak bisa ketemu orang sama sekali sebenernya tapi harus berhubungan dengan orang banyak. Hahahahaha. Duh, inget lagi ngakak lagi. Ahn Jae Hong ini lebih ke clumsy sih, yang juga jadi bumbu komedi biar filmnya ga jadi terlalu tegang dan nelangsa.

Dan keadiran Oh Jung Se juga jadi kejutan sendiri buat film ini. Apa coba? Nonton aja aaahhhhh…. Hahahaha.

Buat yang belum nonton, film ini seru! Seneng deh kemaren sempet nonton di bioskop (update per hari kemaren sih (14/3) filmnya masih ada di CGV jadi yang belum sempet nonton msih bisa meluncur!), dapet studio yang nggak gitu gede, weekday jadi nggak banyak anak sekolah, jadi kayaknya isinya fangirl2 seumuran aku yang di awal tengah akhir atau setiap ada adegan yang Chang Wooknya dizoom atau dia keliatan ganteng banget semuanya memekik tertahan. Hahahaha. Happy!

Selamat menonton!fullsizephoto803081

Korean Drama Review – 쇼핑왕 루이 (Shopping King Louie)

20170125074119shopping_king_louie_poster

Ngakak deh, banyak banget yang pengen diceritain nonton drama ini. Hahaha!

  1. Adegan di episode pertamanya Go Bok Sil (Nam Ji Hyun) yang dateng ke kota dari desa dan kecopetan di kereta ngingetin juga perannya dia di drama ‘What Happens With My Family’. Jadi mikir, apakah takdir Nam Ji Hyun untuk main drama jadi gadis desa yang pindah ke kota dan dicopet orang sebelum ketemu sama jodohnya? Hahahaha.
  2. Seung Ska! Pada nonton Secret Garden nggak? (Itu dramanya Hyun Bin sama Ha Ji Won tahun 2010 kalau ada yang belum nonton), peran Yoon Sang Hyun disini ngingetin lagi sama peran dia di Secret Garden. Gesturenya, cara ngomongnya, kocaknya. Nostalgic! Jadi mikir juga, apakah Yoon Sang Hyun akan tetep berkarakter kayak gitu lagi di drama berikutnya? It’s ok sih, suits him well. Hahaha
  3. Drama ini adalah tempat aktor-aktor yang sebelumnya dapet peran jahat, sekarang jadi dapet peran baik! Geli geli gimana sih nontonnya. Hahahaha!
  • Oh Dae Hwan! Yang nonton Entourage, 38 Task Force, atau Come Back Mister, pasti tahu bapak satu ini jahaaaaaaaaaaaaaaaaatttt banget. Bengis! Tapi disini dia jadi job seeker yang kocak! Aku kira pertamanya dia bakalan bikin masalah sama pemeran utama, nggak tahunya dia jadi salah satu elemen yang bikin drama ini seru. Suka nggak percaya kalau nonton dia jadi baik gitu. Hahahaha
  • Kim Byung Chul! Siapa yang nggak nonton Goblin? dan siapa yang nggak sebel sama Park Jung Hon (yang sosok hantunya bikin nggak berani nonton sendirian lah tiba-tiba, padahal itu drama bukan horror.) ? Dari hidup sampe jadi hantunya ngeselin banget kan dan mukanya sadis gitu. Di drama ini dia dapet peran manager yang suka ditindas sama bosnya karena ga mampu kerja dengan bener. Hahahha *sebenernya ini drama kan emang keluar lebih dulu dari Goblin, tapi siapa tahu ada yang kayak saya nontonnya Goblin duluan. Hahahaha*
  • Eom Hyo Seop! Terakhir nonton bapak ini di drama Doctorsnya Kim Rae Won sama Park Shin Hye. Di Doctors, bapak ini jadi direktur yang jahatnya setengah mati juga, yang haus kekuasaan dan menghalalkan segala cara *kayak biasa lah yah*, dan di drama Shopping King Louie dia jadi Butler! Udah nggak jomplang gimana coba liatnya? Hahaha. Butler penuh pengabdian yang kocak.

Kembali ke laptop yaaaaa… Hahaha!

Drama ini bercerita tentang Kang Ji Sung a.k.a Louie (Seo In Guk)  yang hobi dan ahli  belanja sampe dijulukin Shopping King yang lalu kecelakaan dan mengalami hilang ingatan lalu ketemu Go Bok Sil (Nam Ji Hyun), si gadis desa yang pindah ke kota setelah neneknya meninggal yang akhirnya ngurusin Louie selama hilang ingatan sekalian nyari adiknya Go Bok Nam yang hilang.

Sebenernya, dari segi cerita sih ketebak (duileh gaya banget lu Git), hihihi.Tapi buat aku menghibur banget sih, dramanya lucu dan manis. Seo In Guknya lucu banget pengen uwel uwel! Di drama ini dia sukses banget deh meranin Louienya. Mulai dari jadi tuan muda yang tunjuk sana-sini, sampai jadi Louie yang hilang ingatan dan jadi kayak anak anjing yang ngikutin Bok Sil kemana mana. Duh, kayaknya terakhir liat babang In Guk di Reply 1994 deh (yang drama 38 task force aku menyerah nontonnya karena bikin ngantuk. Hahaha *otak lunya aja git itu mah*) Nam Ji Hyunnya juga cantiks! Si cantik yang dulu aku suka semenjak dia main di What Happens with My Family bareng sama Park Hyung Sik. Cerita dan chemistry di antara mereka bagus banget buat aku di film ini. Hihihi. Pemain pendukung di sekelilingnya bikin dramanya jadi seru!

Recommended!