Korean Drama Review – 라이프 (Life)

201807040843083402

JTBC, 16 Episode.

Tau nggak sih, aku tuh galau banget mau bikin review drama ini? HAHAHAHA. Nggak mau tau yah? Nggak apa-apa sih, aku juga cuma mau kasih tahu. Aku kan anaknya suka pamer. HAHAHAHA.

Akhirnya liat lagi aa ganteng Lee Dong Wook setelah terakhir di Goblin. Kali ini aa Dong Wook kembali sebagai dokter. Habis nyabut-nyabutin nyawa orang, sekarang dia berjuang buat nyelametin lebih banyak nyawa. Mungkin buat nebus hutang. Hahahaha.

Sungguh, drama ini nggak ngasih nafas sama yang nonton dari begitu mulai. Rasanya padet banget kayak tahu goreng isi batu bata. Konfliknya dimulai udah dari detik pertama rasanya, kagak pake intro introan. Semacam kenalan langsung ngajak nikah gitulah. HAHAHAHA.

Curhat aja kau kaleng rangginang.

Drama Life ini memang tokoh utamanya dokter dan setting sehari-harinya di rumah sakit, tapi yang bikin beda dari drama kedokteran lainnya adalah, drama ini nggak bikin otakmu njelimet dengan istilah-istilah medis yang sampe bikin mikir ‘adakah sungguh belahan dunia yang pake istilah itu? hahahaha. Memang mereka pun masih pake istilah-istilah itu, ya ofc tapi nggak sampe yang bikin harus di pause dulu terus baca dulu dan apesnya kalau si subbernya nggak nranslate bagian itu. HAHAHAHA.

Apa cuma aku aja yang seserius itu? Hahahaha.

Laluuuuu… yang menarik di drama Life ini adalah, kenapa tokoh tokoh antagonisnya malah bikin simpati?! Serius yah, aku tuh di sini liat tokoh-tokoh antagonisnya malah ngerasa kasihan. Semacam, ya mereka tuh sebenernya nggak jahat… cuma mereka semua tuh salah pilih jalan hidup aja.

Gils, bijaksana banget nggak sih gita?

Jadi, drama ini tuh secara garis besar, ceritanya tentang satu rumah sakit yang jadi perebutan antara kru dan pengusaha yang jadi pemilik rumah sakit itu. Pergolakan lahir batin tentang sisi manusiawi dan sisi bisnis. Dari pihak rumah sakit, mereka ingin tetap bisa melayani pasien yang nggak mampu, tapi dari sisi pengusahanya mereka tidak bisa membiarkan rumah sakit terus ngalamin defisit karena hal-hal kayak gini. Kebayang kan?

Ya, begitulah. Kadang hidup sepelik itu.

HAHAHAHA. Apaan dah, Gits.

Sesungguhnya, drama kayak gini bukan drama yang aku suka. Jalan ceritanya juga nggak sepenuhnya aku mengerti, jujur saja kuakui. Hahaha. Tapi, somehow… aku tuh penasaran sama jalan ceritanya dan endingnya terutama. Jadi, meski tersendat-sendat dan otak juga lumayan bekerja lebih kenceng daripada biasanya, akhirnya drama ini berhasil kuselesaikan. Yeah! Hanya saja, soal ending ceritanya, banyak sekali masalah yang nggak selesai. Banyak sekali cerita yang ngegantung. Seperti bikin penonton cantik kayak aku ini berharap bakalan ada season 2nya. Apakah ada? Kita nantikan saja.

Buat kamu yang suka drama lumayan bikin mikir, percampuran antara kemanusiaan, politik, dan bisnis. Bolehlah nonton drama ini. Dari segi pemain juga aku rasa sih mumpuni. Banyak banget wajah-wajah familiar di drama ini, dengan kualitas akting yang udah pasti bagus.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

 

 

Advertisements

Korean Drama Review – 식샤를 합시다 (Let’s Eat) Season 3 ft. 1 and 2

premiere_letseat3

Let’s Eat Season 1 : tvN / 2013 / 16 episode

Let’s Eat Season 2 : tvN / 2015 / 18 episode

Let’s Eat Season 3 : tvN / 2018 / 14 episode

Yoohoo! Yoon Doo Joon is back! Suka happy rasanya kalau kesayangan aktif gini main dramanya. Hahaha. Belum lama ngereview 라디오 로맨스 (Radio Romance) sekarang udah nongol lagi aja dengan project baru. Meskipun ini juga jadi drama terakhirnya Doo Joon sebelum dia berangkat wajib militer 24 Agustus 2018 kemaren. Huhuhuhu.

*nangis lagi di pojokan*

Tapi nggak apa apa yah, sebagai pacar yang baik, harus bangga kesayangannya pergi mengabdi demi tugas negara. Hahaha.

Iya, bagian wamilnya nggak apa apa, bagian pacarnya itu yang apa-apa.

Hahahaha.

Okey, darimana aku harus memulai reviewannya? Hahaha. Trus bingung sendiri.

Drama ini secara keseluruhan yang dari season 1 sampai season 3 nggak berubah adalah tentang Goo Dae Yong (Yoon Doo Joon) yang adalah seorang agen asuransi yang punya pengetahuan seluas samudera tentang makanan. Goo Dae Yong juga seorang food blogger yang nama blognya 식샤를 합시다 , yang merekomendasikan banyak makanan dari gambar piring-piring yang udah kosong bekas dia makan, filosofinya adalah makanan yang dimakan sampai habis berarti enak.

Mungkin kalau aku antara laper dan doyan. Hahahaha.

Dirunut dari season pertama sampai dengan season ketiga, semuanya punya alur cerita yang berbeda. Kalau buat yang belum nonton dan misal males mesti nonton semuanya, aku akan kasih tahu kalian. Cieee.. ceritanya sok tau aja aku. Hahaha.

Kalau kalian cuma nonton season 1 dan nggak diterusin season 2 dan 3 nggak masalah, karena ceritanya berakhir dengan tidak bikin penasaran.

Kalau kalian cuma nonton season 2 tanpa sebelumnya nonton dulu season 1 juga masih nggak masalah, karena ending cerita season 1nya cuma dibahas seiprit di awal episode dan semua pemainnya udah ganti kecuali Yoon Doo Joon.

Kalau kalian baru tau keberadaan Let’s Eat ini dari season 3 dan males harus nonton dari season 1, aku sih menyarankan minimal kalian nonton dulu season 2nya, karena ada beberapa bagian cerita yang membawa tokoh dari season 2, meski lagi-lagi di season 3 ini pemainnya semuanya ganti kecuali Yoon Doo Joon.

Ya, sebenernya sih lebih bagus nonton semua seasonnya. Hahaha.

Mari kita review dari yang paling baru dulu yah, si season 3.

Sesuai judul tambahannya 비긴즈 yang kira-kira versi Englishnya ‘The Beggining’, season 3 ini bercerita tentang asal muasal kenapa Goo Dae Yong bisa jadi tiap makan mesti dulu ngomongin soal makanan atau tata cara makannya, sampai kenapa Goo Dae Yong hobi motoin piring kosong setelah makan. Makanya yang belum nonton season sebelumnya, kalian lebih baik nonton dulu biar nggak hilang arah. Hahaha.

Bersama Lee Ji Woo (Baek Jin Hee) yang ternyata adalah temen masa kuliahnya Goo Dae Yong yang kemudian menjelma jadi mentor Goo Dae Yong dalam soal makanan. Di season 3 ini, mereka ceritanya ketemu lagi setelah 14 tahun. Season 3 ini juga banyak banget nyeritain masa-masa kuliahnya Goo Dae Yong bersama gengnya. Ada Kim Jin Seok (Byung Hun, btw aku baru tahu L-Joe ex Teen Top yang nggak lagi pakai nama itu setelah keluar dari grup, nama aslinya Byung Hun. Hahaha), Bae Byung Sam (Kim Dong Yong), dan Lee Sung Joo (Seo Byeok Joon). Juga Lee Seo Yeon (Lee Joo Woo)  adiknya Lee Ji Woo yang jadi maskot cowok-cowok kampus yang pada pengen punya pacar.

Aku tahu aku nggak boleh banding-bandingin yah, apalagi bandingin mantan kan? Yang udah mah udah aja lah move on.

Hahahaha. Tampol nih Git pake roti keju.

Season 3 ini yang bikin lebih seru dibandingin sama season-season sebelumnya adalah karena di season ini Goo Dae Yongnya masih muda dan belum terlalu kenal kejamnya dunia. Hahaha. Jadi ada lebih banyak adegan-adegan lucu dan seru ala-ala anak anak kuliahan yang masih bebas dari urusan dunia yang menyakitkan kayak orang dewasa. Hahahaha. Aku sendiri sih suka banget liat sisi Goo Dae Yong yang lebih lucu dibanding season-season sebelumnya. Dari segi cerita juga, season 3 ini lebih berbobot dibandingkan sama yang lainnya. Kalau baca komen-komen netijen, season 3 ini penulisnya udah lebih dewasa daripada sebelumnya. Hahahah.

Hanya sajaaaaa…. di antara 3 season yang ada, aku sih lebih suka adegan makan-makannya season 1. Hahahaha. Entah karena keberadaan drama dengan tema makan-makan kayak gini juga dirasa nggak banyak, tapi sumpah deh Let’s Eat season 1 bisa banget bikin laper nontonnya. Semuanya bikin laper sih, cuma yang paling bikin laper tetep juaranya season 1. Mbak Lee Soo Kyung yang jadi partnernya Goo Dae Yong di season itu bisa banget makannya. Bikin laper! Hahaha.

Secara keseluruhan sih sebenernya Let’s Eat ini adalah membahas bagaimana orang-orang yang tinggal sendirian menyikapi kehidupannya. Kehidupan bertetangga, pertemanan, pekerjaan, sampai makan-makan. Gimana orang-orang juga bisa tetep makan enak meski sendirian di restoran atau di rumah. Di season 3 bahkan Goo Dae Yong akhirnya berkecimpung di bisnis delivery makanan untuk orang-orang yang tinggal sendiri. Jadi buat kalian yang tinggal sendiri jangan khawatir yah, Goo Dae Yong aja bisa jadi artis. HAHAHAHA. Jayus lu Gits.

Dramanya ringan, seringan kapas. Nggak ada konflik yang bikin mengerutkan dahi dan tentu saja dramanya bikin lapar! Sesuai judulnya, penulisnya berhasil banget menularkan ilmunya soal makan makan dan masak masak sama kita. Banyak banget pelajaran soal makanan yang bisa kita ambil.

Ya, nonton drama juga kan tetep harus ada pesan moral yang bisa diambil, biar keliatannya nggak cuma sekedar fangirlingan. Hahahaha.

Dulu aku pertama nonton season 1 sih udah cukup puas dan nggak mengharap adanya season 2. Seperti yang tadi di atas aku bilang, ceritanya udah cukup seru sampai ke ending. Eh, ternyata ada season 2 dan bahkan ada season 3! Karena lagi-lagi ending season 2 juga udah cukup bikin puas. Nahhhhh… di ending season 3 inilah sebenarnya yang bikin penonton (atau mungkin cuma aku aja? Hahaha) merasa kurang puas.

Diluar berita tentang Let’s Eat season 3 ini yang harus dipangkas 2 episode karena Doo Joon harus berangkat wajib militer, endingnya jadi bikin orang berasumsi akan ada season 4. Hahahaha. Aku sendiri sih berharap akan ada season 4, karena secara pribadi, kebiasaan Goo Dae Yong yang ganti partner cewek tiap season, ingin tahu pada siapakah terakhirnya dia akan berlabuh. Ceeileeehh.. kapal kali ah. Hahaha.

Kita lihat saja apakah kisah ini akan berlanjut ke season 4 begitu Doo Joon keluar?

Nggak banyak yang bisa direview, yang pasti drama ini seru, manis, ringan, dan cukup aman untuk semua umur. Ya… adegan tium tium dikitlah tutup mata aja. Hahaha. Dan yang terpenting adalah jangan nonton drama ini dalam keadaan puasa atau dalam keadaan lapar tapi sedang terjebak dalam situasi nggak bisa dulu makan.

Ingetlah ya aku nonton season 1 pas puasa dan nonton siang-siang, astagadragon! nunggu jam buka akhirnya jadi sesuatu yang lebih nyiksa daripada cuma nahan lapernya. Bahkan lebih sulit daripada nahan kangen. HAHAHAHA. Suruh siapa? Karena waktu itu aku nggak tau si Let’s Eat ini akan segitu menggiurkannya. Dulu kan pertama keluar motivasinya cuma karena ingin liat Doo Joon. Hahahaha. Better nontonnya sambil makan sih, jadi kamu makan ikan asin pun akan terasa mewah dan lebih kenyang. Hahahaha.

Kalau aku sih udah kenyang duluan liat Yoon Doo Joon yang tampan. Hahaha.

Dusta kau Gits, dikasih nasi goreng juga pasti diabisin.

Satu hal yang bikin sedih dari Let’s Eat season 3 ini adalah endingnya! Tidak akan spoiler, karena aku juga anaknya ga suka dispoilerin. Hahaha. Di endingnya, kru Let’s Eat ngedoain Doo Joon yang lagi wamil. So sweet nggak sih?! Mau nangis rasanya.Screenshot_20180903-174659Screenshot_20180903-174737Screenshot_20180903-174817

Huhuhu… terima kasih kru Let’s Eat!

*btw, abaikan angka di pojok kanan atas yah. HAHAHAHA.*

Oke, jadi buat yang belum nonton selamat menonton! Buat yang udah nonton, mari kita tunggu sampai Syiksa-nim kembali dari tugas negaranya!

 

Sampai ketemu lagi tahun 2020! Salute!

I LOVE YOU, YOON DOO JOON!

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

Korean Drama Review – 이리와 안아줘 (Come and Hug Me)

jin-ki-joo-jang-ki-yong

MBC, 32 Episode (ala-ala jadi rasa 16 ya.)

Sumpah yah, kalau bukan karena Jang Ki Yong dan segala atribut dirinya yang bikin sejuk mata dan telinga kayak suara burung bernyanyi di dalam hutan cemara, aku sudah akan menyerah nonton drama ini di episode-episode awal.

Memang terkadang motivasi aku nggak semurni itu. Hahahaha.

Tapi serius deh, dramanya tuh nggak seindah kaki jenjang Jang Ki Yong, kalau lihat posternya yang manis dan penuh bunga begitu kan ekspektasi aku nggak seseram itu. (Update, ternyata abis ngegoogle, mereka juga ngeluarin poster yang edisi seremnya, tapi demi keindahan blog aku kuputuskan untuk milih yang ini aja. Hahahaha. Yang mau cek poster versi lainnya bisa digoogle aja ya. Hahaha). Lagi-lagi hati aku ini lembut, selembut bihun yang direbus kelamaan. Aku tuh nggak bisa diginiin.

Apaan dah, Git. Minum obat dulu sana.

Sebenernya seremnya juga bukan serem yang jeng jeng jeng nongol hantu atau semacamnya yah. Kalau temanya horor mah aku juga mikir dua kali meski dipandang syahdu Jang Ki Yong. Hahahaha. Yah, sepenakut itulah aku. Overcooked bihun. Drama ini tuh seremnya lebih ke ngeri… tegang… sedih. Kayak cinta berbalut luka gitulah.

Tsaaahhh.. bahasamu Git. Goyang mang!

Disuruh minum obat malah minum minyak tanah gini nih kadang kelakuan.

Terus aku bingung bikin sinopsisnya biar nggak mengandung spoiler. Hahaha. Pada nyontek ke Asian Wiki aja yah. Hahaha.

Nggak kreatif emang. Penulis macam apa.

Hahahaha, ya maap.

Oke, jadi drama ini memulai ceritanya di bawah bunga-bunga musim semi yang berguguran. Pertemuan pertama Gil Nak Won remaja (Ryo Han Bi) dan Yoon Na Moo remaja (Nam Da Reum), yang kemudian berteman dan berkembang jadi cinta pertama. Cinta-cinta remaja gitulah. So sweet sekali. Aku jadi rindu masa sekolah. Ya, walaupun waktu itu di sekolah aku nggak ada yang sebening Nam Da Reum. Kalau ada aku pasti lebih rajin lagi sekolahnya. Hahahaha.

Malah curhat, bubuk rendang.

Nah, konflik dimulai ketika orang tua Gil Nak Won ini dibunuh secara brutal sama ayahnya Yoon Na Moo yang sepanjang drama disebut psikopat, Yoon Hee Jae (Heo Jun Ho). Kejadian ini bikin Gil Nak Won sama Yoon Na Moo yang lagi sayang-sayangan akhirnya harus berpisah. Hiks.

Sampai akhirnya 12 tahun kemudian mereka ketemu lagi. Yoon Na Moo udah hidup sebagai Chae Do Jin (Jang Ki Yong) yang udah makin gede makin ganteng makin berkharisma makin keren jadi polisi. Gil Nak Won yang juga udah gede dan jadi artis cantik dengan nama panggung Han Jae Yi (Jin Ki Joo). Disinilah kisah mereka dimulai (lagi). Melewati segala halangan, rintangan, dan terutama cinta lama yang belum kelar.

Seperti di awal yang aku bilang, drama ini nggak seindah mata Jang Ki Yong. Awal-awal drama ini dipenuhi sama adegan-adegan penuh ketegangan, darah, ketakutan, dan kebingungan.

Bapake Heo Jun Ho ini harus diakui meski bikin ngeri, akting dia sebagai prikopat sadis yang nggak pandang orang buat dibunuh, sukses sekali! Kalau bahasa anak sekarang mah, mantul! Tahu nggak sih tatapan-tatapan jahat tapi sambil senyum pegang palu dan matiin orang kayak matiin nyamuk? Arghh! Serem pokoknya. Aku jadi bertanya-tanya, apakah bapake itu di Korea sana suka dicubitin ibu-ibu nggak yah kalau lagi main-main ke jalan? Kan suka sebel yah kalau liat yang nyebelin gitu depan mata.

Hahahaha. Itu mah elu aja Gits.

Loh, itu kan sebagai bentuk apresiasi terhadap akting bapake yang mumpuni. Hihihi.

Nah, untuk Jin Ki Joo dan Jang Ki Yong sendiri, aku terakhir liat mereka jadi jahat. Dan sekarang di drama ini lihat mereka jadi baik, kayak gimana gitu yah. Hahaha. Mencoba untuk tidak awkward, karena kan kasian juga kalau peran mereka nggak berkembang.

Ciyeee..omonganmu udah kayak emak ke anaknya aja, Gits.

Jin Ki Joo aku terakhir liat dia bobo-boboan sama suami orang di drama Misty. Belum lagi sifatnya yang ambisius buat menggeser posisi seniornya. Yang belum nonton jangan kaget yah tadi aku bilang bobo-boboan, soalnya Misty tuh di beberapa episodenya ratingnya emang 19plus. Hahaha.

Sementara itu di drama ini Jin Ki Joo kayak sepanjang 32 episode, nggak absen dari muka sedih sendu merana dan ketakutannya. Tapi menurut aku sih Jin Ki Joo berhasil meranin karakternya dengan oke. Ditambah lagi profesinya di drama ini yang jadi artis, pastinya udah lebih paham gimana mesti menjalani kesehariannya. Oke deh kamu!

Jang Ki yong, dua drama sebelum ini yang jadi perbincangan hangat adalah Go Back Couple sama My Mister. Berhubung aku belum nonton Go Back Couple, yang aku tahu dia nggak main jadi antagonis, jadi terakhir aku liat dia di My Mister. Jang Ki Yong disitu jadi rentenir ganteng (gantengnya tetep harus banget disebut. Hahaha) tapi sadis yang nagih hutang sekaligus menaruh dendam sama Ji An (IU) yang kalau nagih hutang kayak mau dimakan sekalian mbak IUnya.

Dan di drama ini, Jang Ki Yongnya aduh.. haru biru sekali. Kebayang kan perasaan anak yang tumbuh dengan cap sebagai anak seorang pembunuh, dan apalagi ayahnya sendiri itu udah ngebunuh orang tua cinta pertamanya. Sekelumit perasaan kayak ginilah yang bikin akhirnya Jang Ki Yong ini khatam banget adegan nangisnya. Aku sampai nggak tega, ingin ngehapus air matanya terus bisikin ‘Aku di sini sayang. Udah sekarang kamu jangan nangis lagi.’

Ehhh, kalau ngehayal bikin dapet duit, Syahrini juga bakalan kalah kaya daripada kamu, Git.Hahaha.

Tapi untungnya, writernya mengerti kalau dia mesti memanfaatkan muka Jang Ki Yong yang semi semi bad boy tapi tetap kucinta. Hahaha (Sotau banget aku nebak-nebak isi kepala writernya). Jang Ki Yong dikasih profesi polisi. Jadi, selain adegan penuh air mata, kita juga masih disuguhkan dengan muka ganteng serius berkharisma dan sedikit bengis. Juga adegan-adegan action yang makin bikin pengen peluk Jang Ki Yong dari belakang. Terima kasih writer-nim!

Hahaha. Bisa aja nih tabung gas ngehayalnya. Gas terus!

Secara keseluruhan, drama ini bagus. Meski sesungguhnya sampai akhir aku tidak mengerti kenapa bapake sampai bisa sesadis dan seposesif itu sama anaknya. Hahaha. Apakah otak aku yang nggak nyampe, atau emang pesannya aja yang nggak tersampaikan?

Kayaknya lebih ke alasan pertama sih, Gits. Hahaha.

Anyway, drama ini cocok buat kamu yang nggak suka drama yang tok drama dan pengen bumbu-bumbu thriller menegangkan. Penyampaian ceritanya yang meskipun linu-linu penasaran karena darah dimana mana, berdampingan dengan kasih sayang keluarga, juga kisah cinta-cintaannya, belum lagi perang dengan diri sendiri, semuanya bisa disampaikan dengan baik.

Good job Come and Hug Me!

And of course, what is the highlight? Jang Ki Yong in uniform. Rasanya kayak dateng ke undangan nggak bawa amplop, dan udah makan kenyang, pulangnya dikasih souvenir daging wagyu. Hahaha. Luar biasa.

Nih kukasih samplenya.

9cd109d2eb1a288826a70b897b09f8e1

You’re welcome. Hahaha.

Nontonlah dan kalian akan tau rasanya kenyang tanpa harus makan. Hahaha.

Salah satu quote yang aku suka dari drama ini,

Just because you look human, doesn’t mean you are.

Silakan diinterpretasikan masing-masing maksudnya. Hehehe.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

Korean Drama Review – 훈남정음 (Handsome Guy and Jung Eum / The Undateables)

85143009ea122247bc30c31f2d04942c

SBS, 32 Episode (SBS ya jadi kayak 16 episode)

Hai! Gils, produktif banget si Gita Agustus ini. Ketauan banget yah nggak ada kerjaan sampai bisa marathon drama dan bikin reviewannya. Hahahaha, Nggak ih, aku tuh sibuk… sibuk ngabisin list drama yang belum ditonton biar nggak mubazir. Hahaha.

Monolog lah si Gita.

Oke, pilihan kali ini jatuh pada The Undateables, yang sebenernya sebelumnya udah mau ditonton tapi dia dikalahkan oleh kecintaanku pada Park Seo Joon yang bikin akhirnya drama ini ngantri setelah Why Secretary Kim. *peluk Nam Goong Min*

Drama ini aku tunggu karena aku suka Nam Goong Min. Hahaha. Setelah terpesona sama aktingnya di Chief Kim, aku merasa oppa satu ini oke juga. Drama sebelum-sebelumnya aku nggak tonton, atau mungkin belum kalau aku lebih nganggur lagi dan butuh banyak list tontonan. Hahaha. Falsify yang tayang taun kemaren juga aku skip soalnya liat episode 1 nya aja aku udah pusing duluan.

Ya, emang mabokan orangnya dikasih yang gelap-gelap.

Dan drama ini juga mengundang perhatian netijen yang budiman.

“Kenapa sih Hwang Jung Eum mainnya drama komedi romantis terus? Bosen.”

Hahahaha, ya please. Kalau emang rejekinya di situ, kita yang cuma serpihan jamur kancing ini bisa apa? Lagian ya kalau nggak suka kagak usah ditonton sih, simple.

*mancing-mancing keributan aja ini si Gita*

Hahaha, abis emang komentar netijen budiman gitu kan bikin pengen garuk-garuk ketek rasanya.

Tarik nafas, Git. Nanti kamu lapar.

Oke, Mari kembali ke drama!

Nah, drama ini bercerita tentang Jung Eum (Hwang Jung Eum) mantan atlet loncat indah yang kemudian ahli profesi jadi pegawai di perusahaan biro jodoh. Dan dasar emang asalnya atlet kali yah, Jung Eum ini gagal aja nyariin jodoh buat klien-kliennya, sampai akhirnya dia ketemu sama Kang Hoon Nam (Nam Goong Min) yang adalah seorang ahli dalam hal hubungan percintaan. Relationship Guru kalau bahasa kerennya. Mereka akhirnya bekerja sama dalam misi mencari jodoh buat klien-kliennya Jung Eum yang kayaknya susah banget dapat jodoh yang kemudian disebut ‘The Undateables’.

Nah, makanya judulnya The Undateables, ya anak-anak~

Drama ini tuh sesungguhnya rame. Romantis, manis, dan ringan. Hanya sesungguhnya untuk episode awal-awal, aku sempet dibuat bingung. Ini cerita mau dibawa kemana? Ini cerita sebenernya gimana? Ini siapa? Kamu siapa? Ini dimana? Aku siapa?

Nggak sampai gitu juga Git. Tampol nih pake dollar.

Untunglah, kebingungan itu berakhir di episode 7. Udah mulai bisa angguk-angguk manja ngerti sama jalan ceritanya, dan sampai akhir mengalir semulus kulit mukanya Lee Sungkyung. Bebas tanpa hambatan berarti kayak jalan tol yang sengaja disiapin buat pak presiden beserta rombongannya.

Iyain aja ah, biar keliatan pinter bawa-bawa presiden.

Hwang Jung Eum itu beneran deh, guys. Emang udah rejekinya di drama romkom yah, kayaknya dipasangin sama siapa aja cocok gitu. Beberapa drama dia yang terakhir aku tonton mulai dari Kill Me Heal Me (again ini bukan romkom yah, tapi kan interaksi dia sama kakaknya Park Seo Joon disitu lucu banget), She Was Pretty, Lucky Romance, sama drama yang ini tuh pas banget! Jadi kalau aku sih tidak seperti netijen budiman, aku sih yes kalau mbak Hwang Jung Eum ini main lagi drama komedi romantis. Selain karena emang mainnya bagus, juga karena ini adalah genre favorit aku. Hahaha.

Anaknya teh ngebias banget.

Nam Goong Min. Aku tuh cuma nggak suka model rambutnya di drama ini. Gondrong dan belahannya nggak nahan. Hahahaha. Tapi tentu saja ketampanannya tetap terjaga dengan baik. Oh ya da orang ganteng mah bebas, beyb. Nam Goong Min disini bagus aktingnya seperti biasa. Nggak sekomikal Chief Kim, tapi tetep ganteng.

Terus gantengnyalah yang dibahas. Buset.

Anyway, like i said before, chemistry Hwang Jung Eum sama Nam Goong Min disini bagus banget. Adegan lucu, adegan cinta-cintaan, adegan serius. Semuanya enak banget diliatnya. Nggak kagok.

Dramanya juga sweet. Kayak permen yang meleleh dalam mulut.

Lapar, Git?

Hahahaha. Nggak banyak yang bisa direview dari drama ini, karena memang ceritanya yang seringan aromanis. Cocok banget buat kamu yang lagi butuh tontonan ringan di sela-sela menikmati penatnya hidup. Tssaahhh…

Curhat, Git?

Selamat menonton dan selamat jatuh cinta!

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

 

 

 

Korean Drama Review – 라이프 온 마스 (Life on Mars)

Life-on-Mars-Poster-5

OCN, 16 Episode.

Hai! Kita kembali dengan rumputnya mbak Sooyoung yang seger dan hijau! LoL. Bertemu lagi sama bang Jung Kyoung Ho setelah terakhir berjumpa di Wise Prison Life (boleh loh yang belum baca reviewannya meluncur *iya jiwa promosi emang harus ditanamkan setiap saat. Hahaha) Bang Kyoung Ho itu gimana yah, berkharisma sekali gitulah. Memang rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri. Ya, kalau tetangganya kayak Sooyoung sih udah pasti lebih seger Git, mana rumput sendiri juga belum tumbuh kan. *nangis di pojokan*

Sadar Git sadar.

Hahahaha, maaf kalau liat yang keren bawaannya suka langsung delusi. Oke, drama ini adalah drama adaptasi dari serial Inggris dengan judul yang sama yang tayang di BBC taun 2006 – 2007, karena tahun-tahun segitu aku juga masih cuma pasrah nonton apa aja yang dikasih dari dalem tipi, jadi aku nggak nonton serial aslinya. So, kita tak akan membandingkan yah, asli sama remakenya. Ya, jangan dibandingin juga sih… namanya mantan sama pacar sekarang mah udah pasti ada bedanya. Please.

Nyebut Git nyebut.

Dan nggak, drama ini nggak ada hubungannya sama planet Mars atau astronot atau NASA. Judul kadang emang nggak harus jelasin secara literari maksud dari sebuah karya atau sebuah benda. Minyak angin juga isinya tetep minyak kan? Bukan angin. LoL.

Jayusnya akut, Git. Ya, maap.

Drama ini bercerita soal Han Tae Joo (Jung Kyoung Ho) yang seorang polisi. Suatu malam dia lagi ngejar pelaku pembunuhan berantai yang emang udah lama buron namanya Kim Min Seok (Choi Seung Yoon). Udah tinggal borgol, udah dicekek segala, tiba-tiba Han Tae Joo ini ditembak dan si Kim Min Seok ini berhasil kabur lagi. Dalam keadaan bersimbah darah begitulah, Han Tae Joo ini berusaha pantang menyerah buat ngejar lagi Kim Min Seok. Lagi lari-lari sambil ngos-ngosan ini lalu Han Tae Joo ditabrak mobil.

Naas, kayak udah jatuh ketimpa tangga.

Begitu ditabrak mobil itulah Han Tae Joo itu nggak sadarkan diri dan tahu-tahu dia tersadar udah ada di tengah jalan dalam keadaan baik-baik saja. Han Tae Joo emang baik-baik aja, tapi dia ada di tengah jalan di tahun 1988. Jadi Han Tae Joo ini kelempar dari tahun 2018 ke tahun 1988 yang langsung ketemu sama Kang Dong Cheol (Park Sung Woong) yang kemudian akan jadi partnernya di sepanjang drama.

Drama ini seru! 16 Episode yang ada, padet banget kayak martabak telor spesial. Nggak ada part yang bisa dilewatkan. Aku sendiri nikmatin banget per episodenya, sampai nggak kerasa tau-tau udah abis aja.

Buat yang berhati selembut gula tepung kayak aku, awal-awalnya akan sering banget dikagetin sama adegan-adegan kekerasan polisi-polisi yang berusaha ngeinterogasi tersangkanya atau orang yang masih dicurigai sebagai tersangka. Sungguh, hati aku tuh sampai naik turun dari kaki balik lagi ke dada balik lagi ke kaki ketika episode-episode awal saking banyaknya adegana kekerasan, teriakan, dan cursing yang mengudara tanpa sensor. Hahahaha. Cuma aku berusaha nggak baper, namanya juga drama. Hahahaha. Akhirnya setelah lama-lama terbiasa juga hati ini udah nggak naik turun.

Tapi ya, ini berarti warning tidak cocok ditonton anak di bawah umur tanpa pengawasan orang tua.

Bagus, kamu sudah mulai dewasa, Git. Hahaha.

Kalau menurut mbah Google dan Wikipedia, drama ini genrenya Police Procedural, Crime, Science Fiction. Kalau menurut Asian Wiki, drama ini genrenya Time Travel. Udah serem duluan nggak bacanya? Hahahaha. But no worries, drama ini tuh masih nyelipin unsur komedinya. Pas banget buat otak ini yang nggak bisa dikasih yang berat-berat. Langsung hang. Jadi, buat yang mungkin seleranya sama kayak aku, silakan menonton tanpa rasa khawatir. Alur ceritanya ngalir banget dan diselipin komedi-komedi yang lumayan mencairkan suasana di balik kegelapan hidup ini.

Tsah. Dangdut amat Git.

Settingnya yang nyambungin antara 1988 sama 2018 juga asyik banget. Liat Tae Joo yang beradaptasi dari segala kecanggihan menuju segala kemanualan. Hahaha. Kan cctv aja belum ada tahun segitu dan tes DNA masih harus nunggu sampai 4 bulan. Itu juga udah paling cepet. Hahahaha. Aku sendiri sih kalau jadi Tae Joo nggak tau bakalan shanggup apa udah stress duluan. Kalau jaman sekarang kayak nggak bisa hidup tanpa colokan gitulah. Hahaha.

Drama ini juga nggak ada lovelinenya. Cuma ada satu mantan yang masih deketan sama satu lagi yang naksir diem-diem tapi nggak berani ngomong. Jadi, drama ini bebas dari adegan tium-tium. Mbak Sooyoung pasti tepuk tangan nih. Hahahaha.

Chemistry semua pemainnya juga bagus-bagus. Satu geng divisi kriminal kayak di poster di atas itu oke banget. (ki-ka) Jung Kyoung Ho, Park Sung Woong, Noh Jong Hyun, Ko Ah Sung, sama Oh Dae Hwan. Transisi dari yang sebel-sebel marah-marah jadi sayangnya itu juga ada. Gemes gemes gimana gitu. Hahahaha.

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Yap! Seru banget. Meski kayak dunia itu adalah tempatnya penjahat dimana-mana karena polisi sampai kurang tidur, tapi drama ini cukup ringan buat diikutin.

Good Job Life on Mars!

*peluk cium babang Kyoung Ho*

*kabur sebelum dilempar bakiak sama Sooyoung*

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

 

Korean Drama Review – 기름진 멜로 (Wok of Love / Greasy Melo)

Wok-of-Love1

SBS, 38 Episode (ala ala SBS sekarang, satu episodenya setengah jam aja, jadi 38 rasa 19)

Hai, akhirnya aku menulis lagi! Hahaha, sekiranya ada yang kangen nggak sama aku? Harusnya ada lah yah. Ada dong biar aku sawer nih pake permen milk*ta. Hahaha. Anyway, akhirnya  setelah melewati hiruk pikuk dunia nyata dan segala macam drama di dalamnya, aku kembali ke dunia drama yang lebih menyenangkan! Hahaha.

Oke, curhatnya cukup sekian, nanti yang baca pada kabur, Gits.

Nah, kali ini kita mau bahas Greasy Melo! Ini adalah salah satu drama yang aku tunggu tahun ini! Pemainnya bagus-bagus! Seperti yang bisa kalian liat di poster atas, ada Junho 2PM, babang Jang Hyuk, sama teteh Jung Ryeo Won (sumpah Git akrab amat lah. Hahaha. Jadi begitu ada kabar yang beredar tentang drama ini aku sungguh sangat menanti, apalagi drama ini genrenya pas banget sama kapasitas otak aku yang nggak mampu dikasih yang berat-berat. Euh, cinta!

Drama ini bercerita tentang Chef Poong (Junho) yang berniat balas dendam sama CEO Hotel tempat dulu dia kerja, karena mengeluarkan dia dari sana sekaligus ngerebut tunangannya (Gilingan emang ini orang jahatnya kagak nanggung, ckckck) Jadilah Poong ini ngelola restoran chinese food kecil yang ada di seberang hotel yang sebelumnya nggak laku punyanya Doo Chil Seong (Jang Hyuk), seorang lintah darat beserta gengnya.

Btw, bahasa Inggrisnya kan Loan Shark yah, sampai ke kita kenapa jadi lintah yah? Hiu ke lintah kan jauh. Nggak keren lagi gitu kan, iya nggak?

Fokus, Gits. Keplak pake duit juga nih.

Oke, lanjut! Nah jadilah ceritanya Chil Seong ini bantuin Poong buat balas dendam sama si CEO hotel beserta antek-anteknya yang nggak kalah nyebelin. Nah, di perjalanan nyari karyawan buat restorannya inilah mereka ketemu sama Dan Sae Woo (Jung Ryeo Won), seorang perempuan cantik (kayak aku. iya.) yang asalnya keluarga kaya tapi mendadak kismin gara-gara bapaknya kesangkut kasus dan harus dipenjara. Sae Woo ini lalu jadi salah satu karyawan di restorannya Poong dan ngebantu Poong dalam rangkaian misi balas dendam sama CEO jahat dan nyebelin itu.

Kalau boleh dirangkum, dramanya lucu, ringan, dan manis. Aku bahkan sampai nangis terharu di beberapa episode terakhir. Cengeng yah? HAHAHAHA. Tapi sungguh, hatiku tuh selembut kembang tahu yang pake kuah jahe. Sesuai sama genrenya yang emang drama komedi romantis, nggak ada konflik-konflik berat. Meskipun kalau boleh jujur, episode-episode awal sempet bikin aku galau dan termenung, kayak ‘ini mau dibawa kemana dah ceritanya?’ tapi untungnya setelah sepertiga perjalanan, sebelum dahi aku berkerut semakin dalem, jalan ceritanya kembali terarah dan lancar. Selancar jalanan kota Bandung kalau lagi ditinggal mudik warga negaranya pas Lebaran.

Chemistry pemain-pemainnya bagus!

Sungguh awalnya aku awkward parah liat Jang Hyuk main komedi. Model rambutnya mana kayak Ayushita jaman BBB gitu kan, HAHAHAHAHA, tapi seger juga liat Jang Hyuk ga mulu main action. Bromancenya so sweet banget ih sama Junho disini. Macam-macam bromance yang keliatannya nggak peduli tapi diem-diem paling sayang gitu loh… Huaaaaa, bang daripada ngurusin Junho mending ngurusin aku. *winkwink*

Minta dikeplak lagi pake duit recehan ini si Gita emang.

Junhonya juga bagus! Aku tuh udah jatuh cinta sama aktingnya dia sejak film Cold Eyes (2013) dan kemaren suka banget liat dia di Chief Kim meski perannya jadi jahad, yang terbukti bikin dia dapet penghargaan di KBS Drama Awards.

Meski di drama ini, orang-orang banyak menyangsikan dan protes duluan karena menganggap peran Junho dapet porsi lebih banyak daripada Jang Hyuk yang notabenenya lebih senior. Aku sih sebenarnya nggak masalah (ya kan Jang Hyuk juga udah baca duluan scriptnya sampe beres yekan sebelum nerima tawaran drama ini. Hahaha, jadi siapalah kita ngatur-ngatur pilihan orang? Dibanding Jang Hyuk dan Junho kita mungkin cuma remah serundeng. Udah serundeng remah lagi. Sedih. Hahaha), tapi setelah nonton aku sih ngerasa kalau kedua peran itu sama banyaknya dan sama pentingnya kok. Netijen nih emang suka pandai berspekulasi duluan. *kabur*

Lalu si mbak Jung Ryeo Won juga aku suka! Aku suka dia dari pas drama Bubblegum dan Witch Court kemaren. Aktingnya berasa natural gitu loh kayak jamu. Menyenangkan sekali ditontonnya. Chemistrynya sama Junho bagus banget. Yah, udahlah kalau udah suka mah emang susah nyari celahnya. HAHAHAHA. Dan aku baru tahu kalau dia sama Junho bedanya 9 tahun loh, dan mbaknya ini lebih tua #infopenting, tapi duh mbak, mbaknya keliatan semuda saya pas jaman SMA.

Kaca di rumah kamu kurang besar kayaknya, Gits.

Aku kan bilang semuda saya, nggak semirip saya, tapi kalau kalian mikirnya mirip saya ya nggak apa-apa. Itu mungkin saja terjadi. HAHAHAHA.

Back to topic, jajaran pemainnya mumpuni banget. Kalau yang rajin nonton drama pasti menemukan banyak sekali wajah familiar di dalem drama ini. Ada yang reuni Jealousy Incarnate, reuni Money Flower, dan lain-lain. Semuanya dipilih secara bagus, bahkan sampai peran anggota gengnya ada si ganteng Kim Hyun Joon, coba disearch siapa tau selera kita sama. Hahaha.

Euh, dasar kaleng caviar kamu Gits, nemu aja yang lucu.

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Yes! Meski horor duluan denger 38 episode, tapi percayalah seringan itu sampai kamu nggak sadar tahu-tahu udah mau tamat aja.

Saran yang paling penting adalah, jangan nonton drama ini dalam keadaan lapar, please. Tapi udah kenyang juga pasti pengen makan lagi sih. Hahahahaha. Drama ini karena settingnya restoran chinese food dan tokoh utamanya chef jadi udah pasti banyak banget adegan masak-masak dan makan-makan yang ganas. Sumpah deh kalau nggak inget lagi diet, ingin rasanya kulari ke pantai dan nangkep udang lalu dibakar pakai saos asam manis.

Astaga.

Oya, dan buat ibu-ibu atau remaja putri yang mungkin suka nonton drama sambil ngasuh anak-anak dan keponakan, hati-hati yah drama ini lumayan banyak kiss scenenya. Hahaha. Junho udah gede, nuna suka!

Astaga lagi.

Baiklah! Selamat menonton, selamat jatuh cinta, selamat terharu, dan selamat lapar!

Hahahaha.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!!

 

Korean Drama Review – 으라차차 와이키키 (Welcome to Waikiki)

thumbnail-24

JTBC, 20 Episode + 2 episode special commentary.

Sumpah yah, demi Kim Jung Hyun yang lama lama keliatan lucu ugha, ini drama absurd dan lucu parah! Ngakak sampai berair mata rasanya nontonnya! Terakhir ngerasa kayak gini tuh pas nonton Entourage, meski kalau mau dibandingin, Entourage sih menurut aku masih lebih berkonflik dibandingin ini dan segmentasi penontonnya lebih dewasa karena banyak adegan kiss plus plusnya. Hahaha. Tapi tetep, Entourage juga lucu karena ada Lee Gwang Soo dan Lee Dong Hwinya.

Drama ini berlatar di sebuah guesthouse yang namanya Waikiki (so you guys bisa tahu kenapa judulnya ada Waikikinya), dikelola sama tiga orang laki laki. Ada Kang Dong Gu (Kim Jung Hyun), Lee Joon Ki (Lee Yi Kyung), sama Bong Doo Sik (Son Seung Won). Oh ya, sama Kang Soo Jin (Go Won Hee) yang adalah adik perempuan kesayangannya Dong Gu. Mereka bertiga itu punya guesthouse yang nggak laku-laku amat dan selalu berakhir ga bisa bayar uang sewa rumah. Di samping itu, kehidupan kariernya juga ga semulus itu. Dong Gu yang cita-cita sebenernya jadi sutradara harus cukup puas dulu kerja sampingan jadi pembuat video bayi bayi kalau ada acara ulang tahun. Sementara Joon Ki ceritanya ribuan kali harus rajin ikut audisi demi mencapai mimpinya jadi aktor. Dari peran werewolf sampai gurita buat drama anak-anak semuanya dijabanin. Doo Sik juga nggak beda jauh, dari keinginan jadi penulis skenario malah harus berakhir dengan nulis web novel dan skenario film erotis. Hahahaha. Duh, ngakak lagi kalau inget.

Cerita tentang Han Yoo Na (Jung In Sun) yang adalah single mother dari bayi lucu namanya Sol (Han Yo Reum), Min Soo Ah (Lee Joo Woo) mantan pacar Dong Gu yang ninggalin Dong Gu karena Dong Gu dianggap nggak punya masa depan dan 97 alasan lainnya. Hahaha. Juga cerita yang nggak kalah absurd dari Kang Soo Jin (Go Won Hee) perempuan berkumis janggut juga ikut melengkapi cerita three musketeers Waikiki di atas (Nah lho? Penasaran kan? Nonton aja! Hahahaha)

Nggak banyak yang bisa diceritain dari segi alur. Lebih ke drama dengan cerita lucu tentang 6 tokoh utama yang ada di poster itu dengan segala cerita dan permasalahan dalam hidupnya. Banyak banget unsur cerita yang nggak ketebak. Kayak cari uang lewat live mukbang makan tulang sapi misalnya? DIMAKAN LOH YAH BUKAN CUMA DISEDOT SUM SUM NYA. Hahahahaha. Duh ngakak lagi.

Pemainnya bagus-bagus!

Kalau kalian udah nonton sama episode specialnya (episode special bisa kalian tonton setelah dramanya kayak aku atau setelah episode 10 langsung nonton juga bisa), pemain-pemain Waikiki sepakat kalau salah satu kekuatan besar yang bikin drama Waikiki ini lucunya stadium 100, adalah karena peran Lee Joon Ki yang sukses banget dibawain sama Lee Yi Kyung. Me too agree! Emang yah, Lee Yi Kyung ini total banget meraninnya. Dari fisik sampai mental. Dari masang senyum bego sampai make up yang bikin dia harus dandan dari subuh dan untuk 13 jam kedepan bahkan nggak bisa ke kamar mandi. Wow! I salute you, sir! Pokoknya sih nggak bisa nggak ikut ketawa kalau udah scenenya Joon Ki apalagi kalau udah bareng sama Soo Jin. HAHAHAHAHA.

Kim Jung Hyun yang terakhir aku liat di Jealousy Incarnate jadi adiknya Gong Hyo Jin yang protektif banget sama kakaknya, di sini juga jadi abang yang protektif buat Soo Jin. (Maafkan aku Jung Hyun sayang tapi School 2017 sama Rebel Thief aku skip. Hahaha.) Dibanding dulu liat di Jealousy Incarnate yang perannya masih dikit dan jadi anak SMA, disini keliatan dewasa sekali. Dan ya. Lucu. Hahahaha.

Emang nggak bisa fokus anaknya teh. Ada aja nemu gebetan baru.

Sebenernya awalnya biasa aja karena rambut perm dan warna terang itu nggak masuk kriteria aku (SIAPA ELU GITS) tapi lama lama rambutnya kembali menghitam dan tatanannya kembali rapi jali. Jadi aja. Hahahaha. Udah gede ya kamu, dek. Sini main sama teteh. (Kelahiran 1990! Masih cuma beda dua taun. Hahaha.)

Halu emang nggak kenal waktu.

Pokoknya semuanya ok! Lucu! Chemistry di antara pemainnya bagus. Penyampaian komedinya juga dapet banget. Betah pokoknya mah!

Mudah-mudahan season 2 nya beneran jadi digarap. Tadi pagi denger selentingan aja katanya mau bikin. Please kita butuh kejelasan Doo Sik dan Soo Ah. #eh #spoileralert

Hahahaha.

Pokoknya, buat kalian yang butuh tontonan nggak perlu mikir, bikin ketawa sampe pusing dan menyegarkan mata, maka Waikiki adalah pilihan yang paling tepat!

Welcome to Waikiki i laff yuuuu!

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!