Korean Drama Review – 으라차차 와이키키 (Welcome to Waikiki)

thumbnail-24

JTBC, 20 Episode + 2 episode special commentary.

Sumpah yah, demi Kim Jung Hyun yang lama lama keliatan lucu ugha, ini drama absurd dan lucu parah! Ngakak sampai berair mata rasanya nontonnya! Terakhir ngerasa kayak gini tuh pas nonton Entourage, meski kalau mau dibandingin, Entourage sih menurut aku masih lebih berkonflik dibandingin ini dan segmentasi penontonnya lebih dewasa karena banyak adegan kiss plus plusnya. Hahaha. Tapi tetep, Entourage juga lucu karena ada Lee Gwang Soo dan Lee Dong Hwinya.

Drama ini berlatar di sebuah guesthouse yang namanya Waikiki (so you guys bisa tahu kenapa judulnya ada Waikikinya), dikelola sama tiga orang laki laki. Ada Kang Dong Gu (Kim Jung Hyun), Lee Joon Ki (Lee Yi Kyung), sama Bong Doo Sik (Son Seung Won). Oh ya, sama Kang Soo Jin (Go Won Hee) yang adalah adik perempuan kesayangannya Dong Gu. Mereka bertiga itu punya guesthouse yang nggak laku-laku amat dan selalu berakhir ga bisa bayar uang sewa rumah. Di samping itu, kehidupan kariernya juga ga semulus itu. Dong Gu yang cita-cita sebenernya jadi sutradara harus cukup puas dulu kerja sampingan jadi pembuat video bayi bayi kalau ada acara ulang tahun. Sementara Joon Ki ceritanya ribuan kali harus rajin ikut audisi demi mencapai mimpinya jadi aktor. Dari peran werewolf sampai gurita buat drama anak-anak semuanya dijabanin. Doo Sik juga nggak beda jauh, dari keinginan jadi penulis skenario malah harus berakhir dengan nulis web novel dan skenario film erotis. Hahahaha. Duh, ngakak lagi kalau inget.

Cerita tentang Han Yoo Na (Jung In Sun) yang adalah single mother dari bayi lucu namanya Sol (Han Yo Reum), Min Soo Ah (Lee Joo Woo) mantan pacar Dong Gu yang ninggalin Dong Gu karena Dong Gu dianggap nggak punya masa depan dan 97 alasan lainnya. Hahaha. Juga cerita yang nggak kalah absurd dari Kang Soo Jin (Go Won Hee) perempuan berkumis janggut juga ikut melengkapi cerita three musketeers Waikiki di atas (Nah lho? Penasaran kan? Nonton aja! Hahahaha)

Nggak banyak yang bisa diceritain dari segi alur. Lebih ke drama dengan cerita lucu tentang 6 tokoh utama yang ada di poster itu dengan segala cerita dan permasalahan dalam hidupnya. Banyak banget unsur cerita yang nggak ketebak. Kayak cari uang lewat live mukbang makan tulang sapi misalnya? DIMAKAN LOH YAH BUKAN CUMA DISEDOT SUM SUM NYA. Hahahahaha. Duh ngakak lagi.

Pemainnya bagus-bagus!

Kalau kalian udah nonton sama episode specialnya (episode special bisa kalian tonton setelah dramanya kayak aku atau setelah episode 10 langsung nonton juga bisa), pemain-pemain Waikiki sepakat kalau salah satu kekuatan besar yang bikin drama Waikiki ini lucunya stadium 100, adalah karena peran Lee Joon Ki yang sukses banget dibawain sama Lee Yi Kyung. Me too agree! Emang yah, Lee Yi Kyung ini total banget meraninnya. Dari fisik sampai mental. Dari masang senyum bego sampai make up yang bikin dia harus dandan dari subuh dan untuk 13 jam kedepan bahkan nggak bisa ke kamar mandi. Wow! I salute you, sir! Pokoknya sih nggak bisa nggak ikut ketawa kalau udah scenenya Joon Ki apalagi kalau udah bareng sama Soo Jin. HAHAHAHAHA.

Kim Jung Hyun yang terakhir aku liat di Jealousy Incarnate jadi adiknya Gong Hyo Jin yang protektif banget sama kakaknya, di sini juga jadi abang yang protektif buat Soo Jin. (Maafkan aku Jung Hyun sayang tapi School 2017 sama Rebel Thief aku skip. Hahaha.) Dibanding dulu liat di Jealousy Incarnate yang perannya masih dikit dan jadi anak SMA, disini keliatan dewasa sekali. Dan ya. Lucu. Hahahaha.

Emang nggak bisa fokus anaknya teh. Ada aja nemu gebetan baru.

Sebenernya awalnya biasa aja karena rambut perm dan warna terang itu nggak masuk kriteria aku (SIAPA ELU GITS) tapi lama lama rambutnya kembali menghitam dan tatanannya kembali rapi jali. Jadi aja. Hahahaha. Udah gede ya kamu, dek. Sini main sama teteh. (Kelahiran 1990! Masih cuma beda dua taun. Hahaha.)

Halu emang nggak kenal waktu.

Pokoknya semuanya ok! Lucu! Chemistry di antara pemainnya bagus. Penyampaian komedinya juga dapet banget. Betah pokoknya mah!

Mudah-mudahan season 2 nya beneran jadi digarap. Tadi pagi denger selentingan aja katanya mau bikin. Please kita butuh kejelasan Doo Sik dan Soo Ah. #eh #spoileralert

Hahahaha.

Pokoknya, buat kalian yang butuh tontonan nggak perlu mikir, bikin ketawa sampe pusing dan menyegarkan mata, maka Waikiki adalah pilihan yang paling tepat!

Welcome to Waikiki i laff yuuuu!

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

Advertisements

Korean Movie Review – 신과함께 (Along with The Gods)

GOD_P_05_980-nhsrgg4qpgphr1eut5ejh29jfx0quwldocsvdgadny

Sebelumnya, akan aku ceritakan dulu keadaan bioskop pada saat nonton film ini (Nggak penting sih cuma biar kalian ada gambaran aja LoL)

Aku kebetulan nonton film ini hari Jumat siang kemaren (12/1) di CGV BEC. Entah aku yang udah kelamaan nggak sekolah (hush! ga boleh nyebut tua, ini namanya dewasa), atau emang kalau Jumat jam segitu anak-anak sekolah udah pada bubaran (sumpah sih dulu lupa kalau Jumat sekolah biasanya sampe jam berapa. Hahaha), yang pasti hari itu banyak banget anak-anak sekolah berseragam di area CGV. Antreannya lumayan panjang sis, udah keder aja takut nggak kebagian tempat, tapi taunya emang sebagian ngantri film ini sebagian ngantri Insidious. Jadi dengan sisa satu jam sebelum film dimulai aku kebagian kursi yang nggak terlalu tengah tapi juga Alhamdulillah nggak terlalu depan. Studionya kebetulan dapet yang kecil. (Update : pas udah masuk lumayan deket sama layar juga sih, tapi nggak sampe jereng mata Hahaha).

Lalu celingukan, beneran deh CGV siang itu didominasi sama anak-anak SMP sama anak SMA (aku bukan cenayang, aku tau dari seragam yang mereka pake. Haha) Udah bergumam aja dalam hati “Duh, mudah2an yang nonton film ini nggak anarkis yah…” Kenapa was-was? Karena berbekal pengalaman nonton film Train to Busan dan My Annoying Brother yang juga di bioskop, saat itu penontonnya juga sama-sama didominasi sama anak-anak sekolah. Bukan maksud menyamaratakan semua kelakuannya yaaa.. cuma saat itu nontonnya jadi berasa nonton di rumah, bukan di bioskop. Hahahaha. Tahu kan kelakuan kalian (dan mungkin termasuk aku) kalau lagi nonton film bareng temen-temen di kosan atau di rumah terus artis kesukaan kalian, atau kalau adegannya lagi gereget suka teriak-teriak sendiri? Nah kayak gitulah keadaan bioskop aku pada saat itu. Hahaha. Jadi, maapin aja ini mah kalau udah gelisah duluan liat penontonnya kebanyakan anak-anak abg. (Eits, inget aku mah anak dewasa. Hahaha)

Oke, waktunya nonton! Update you guys (soal keadaan bioskopnya), later! (Anaknya teh emang doyan gibah banget. Hahaha)

Film ini di Koreanya sendiri cetar membahana tornado, sis! Udah sampe 10juta penonton nggak nyampe sebulan.*cek beritanya di sini aja Berbekal berita ketenaran itulah dan Cha Tae Hyun, maka timbullah rasa penasaran dan yes, akhirnya tayang juga di Indonesia nggak lama setelah tayang di Korea. Cha Tae Hyun sendiri buat aku adalah aktor yang filmnya nggak pernah nggak rame selama ini.

Begitu mulai, film ini, kesannya malah kayak film horor. Kebetulan, aku yang berangkat ke bioskop tanpa liat dulu sinopsis filmnya (baca sih, cuma nggak kebayang. Iya, segitu kecilnya kapasitas prosesor otak aku /harap maklum). Terus begitu mulai kalimatnya udah berbau ‘akhirat’. Adegan berikutnya adalah Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang seorang fireman yang lagi gelantungan di tali yang talinya mau putus kebakar pas nyelametin seorang anak perempuan dari gedung yang lagi kebakaran. Duh, baru beberapa menit pertama aja lumayan bikin mules.

Film ini sendiri secara keseluruhan bercerita tentang proses reinkarnasinya Kim Jae Hong. Tentang gimana manusia yang udah meninggal harus ngelewatin dulu tujuh pengadilan sebelum bisa reinkarnasi. Ukuran reinkarnasi itu adalah kayak ukuran kesuksesan manusia yang berarti udah hidup sebagai orang baik. Kim Jae Hong yang meninggal pas lagi bertugas nyelametin orang, dianggap sebagai pahlawan yang muncul setelah 19 tahun nggak ada manusia sehebat itu di alam sana. Nah, pengadilan-pengadilan yang harus dilewatin itulah yang jadi dominasi alur cerita film ini. Di setiap pengadilannya, ada banyak cerita hidup yang buat aku bagus. Kayak mengajarkan banyak hal kalau hidup kadang nggak seperti kelihatannya. Bahkan orang yang dianggap sempurna dan penuh kebaikan kayak Kim Jae Hong ini juga punya aja kesalahan-kesalahan yang nggak dia sadarin.

Nah, selama melewati pengadilan-pengadilan di akhirat sanalah dia ditemenin sama Guardian-guardiannya yang bertiga itu yang kayak di poster. Tugas Guardian ini adalah jadi guide sekaligus tim pembela kalau sampai ada pengadilan yang ngasih tuntutan nggak sesuai. Guardian-guardian ini harus mengantar arwahnya buat sampai sukses reinkarnasi. Pasukan Guardiannya ada Ha Jung Woo (bapak kapten gagah dan berkharisma), Ju Ji Hoon (ini yang bikin seger sepanjang film! Aduh aku sampai lupa kapan terakhir liat dia di film… dan dalam hati langsung bertanya-tanya ’emangnya dia teh emang seganteng ini’? Oke, terus langsung browsing dan wow dia udah jomblo sekarang. Oke thanks. Hahaha #mimpibabu), sama Kim Hyang Gi (nama tetehnya lucu deh Hyang Gi, dan aku terakhir liat artikel dia yang dimirip-miripin sama D.O EXO di film ini. Gimana menurut kalian? Lumayan mirip sih emang.)

Dari segi cerita, ini film bagus! Aku sampai mewek kejer nontonnya :(((((( meski ritme meweknya gini : terharu, nangis, mewek (mewek itu nangis dengan level lebih ingusan LoL), ketawa, nangis lagi, mewek lagi, ketawa lagi, dan mewek sampai habis. Sumpah ya, menuju akhir film udah bingung ini sopannya ngasih reaksi mewek aja apa ketawa juga boleh yah? Gitu. Penasaran? Ditonton aja! Hahahaha. Yang pasti sih film dengan tema keluarga, buat aku mah selalu lebih bikin pusing :((((

Dan apa lagi yang bikin film ini bagus? Special EFEKNYA! (Bahasa campur-campur semaumu, Gits. Udah kayak es) Kalau bahasa kerennya mah CGI. Ih keren! Aku adalah termasuk salah satu penonton yang sangat menikmati film-film dengan CGInya yang mumpuni. Biasanya kalau udah bagus banget akan sampai ke tahap penasaran, ini syutingnya gimana atau ini bikinnya gimana. Suka kagum sendiri nggak sih? Atau aku aja? (Mungkin ada hubungannya sama kapasitas otak yang minimalis atau emang aku mah anaknya gampang kaguman aja, Hahaha.)

Kurangnya apa? Aku nggak tau yah tentang berita kalau ini adalah film pertama dari sekuel yang katanya bakal ada itu bener apa nggak (will update you guys kalau aku menemukan sumber terpercaya, atau mungkin kalian menemukannya duluan kabar-kabari ya!) cuma emang ada beberapa bagian yang belum ketemu jawabannya. Lagi-lagi kirain aku doang yang suka nggak ngerti sama jalan cerita kalau udah mulai terlalu banyak konflik, taunya di bagian akhirnya, tokoh dalam filmnya sendiri yang juga bertanya hal yang sama kayak yang aku pertanyakan. Hahaha. (Yes, kali ini aku jagoan!) Mudah-mudahan emang bener ada sekuelnya, dan mudah-mudahan lagi sekuelnya sebagus film yang ini (terkadang mah kusuka trauma sama sekuel-sekuelan).

Dan ya, seperti 10 juta penonton lainnya dan bahkan lebih, film ini sangat rekomendasi buat ditonton! Akting semua aktor dan aktris pendukungnya mumpuni sekali, sis! Meski Ju Ji Hoon membuatku hilang fokus dan membuatku galau. Lah. Hahaha. #mimpibabupart2

Yang udah nonton, selamat! Yang belum nonton, selamat menonton!

*Cerita tambahan : Jadi gimana Git, keadaan bioskop pas nonton film ini? Hahaha.

Begitu waktunya masuk, aku barengan sama rombongan anak seragam putih biru yang di jalan menuju auditoriumnya aja udah rame bener kek lagi arisan. Pas masuk aku udah ngedoa aja mudah-mudahan nggak sebaris atau nggak deketan (ya kan ngedoa nggak satu studio udah nggak mungkin, Hahaha) Juga berdoa supaya mereka nggak anarkis pas nonton, karena aku tau alasan mereka semua nonton siang itu karena apa. Karena siapa lebih tepatnya. Yes, D.O EXO saudara-saudara! Kenapa aku tau? Karena mereka udah heboh ngomongin D.O dari sebelum masuk. Fyi, D.O emang bagus pisan sih aktingnya. Sumpah, nggak pake boong.

Oke, film dimulai semua berjalan seperti seharusnya. Hening dan menyenangkan, sampai D.O nongol. Hahahaha. Di film ini peran D.O emang nggak banyak, tapi dia jadi salah satu peran kunci buat film ini dan perannya cukup mengundang reaksi heboh bahkan buat aku yang datang bukan buat liat D.O doang (tapi Alhamdulillah masih dikasih eling ini lagi di bioskop Hahaha) Begitu D.O yang perannya jadi tentara ini muncul, nyaris semua orang termasuk teteh teteh di sebelah aku yang keliatannya kirain kalem langsung teriak “D.O!!!” Ya, kayak nonton konser. Bukan nonton bioskop. Oyeah, selamat datang di bioskop yang berubah jadi area Music Bank! Hahaha. Beberapa orang di sekeliling aku termasuk teteh teteh yang di sebelah aku langsung sibuk ngambil handphone dan motret D.O di layar. LUAR BIASA. Buat adek-adek yang mungkin baca ini jangan ditiru yah.. gimana juga itu adalah tindakan tidak terpuji dan sesungguhnya melanggar hukum. You guys, kalau mau dapet gambar idola kalian lagi main film kunjungi aja google atau fansitenya, yakin akan lebih banyak hasil fotonya dengan resolusi yang lebih mumpuni buat dipajang di hp atau di desktop kalian (mari sis, aku tau soalnya kebiasaan kita fangirl kan rata-rata sama, Hahaha.) Tapi, overall dibanding sama pas nonton Train to Busan dulu  kehirukpikukan di dalam auditorium nggak terlalu heboh. Nggak hampir setengah film. Hahaha. Alhamdulillah!

Sekali lagi, yang belum nonton dan punya rencana nonton, selamat menonton (dengan tertib dan saling menghormati ya!)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Korean Drama Review -오 마이 금비 (Oh My Geum Bi)

oh-my-geum-bi-poster2

Jumlah episode : 16

Pertama pengen nonton ini adalah karena aktrisnya Heo Jung Eun. Anak kecil yang terakhir diliat main jadi adiknya Park Bo Geum di Moonlight Drawn By Cloud ini eugh idola banget. Meski perannya di drama Moonlight ga gitu banyak *secara ya dia jadi putri ibu ratu yang jadi ga bisa ngomong gara-gara trauma*. Belum lagi, sebelum dramanya tamat dia udah dapet award sebagai Best Child Actress dan Best Couple sama Oh Ji Ho di KBS Drama Award 2016 bikin makin penasaran aja buat nonton.

Ya ampun, anak umur 10 tahun ini nggak ngerti lagi bisa acting sebagus itu. Aku dulu umur 10 tahun masih ngapain yah? Kayaknya sih masih main masak-masakan di depan rumah atau kabur-kaburan dari babeh nggak mau ngerjain peer matematika, lah ini udah harus acting dan ngapal script sebanyak itu *usap usap perut, Ya Allah kali aja anak aku juga bisa jadi pinter kayak gitu, itung-itung emaknya gak kesampean jadi model. LoL*

Dengan cerita tentang Yoo Geum Bi yang dari kecil tinggal sama bibinya yang terus bibinya pergi dan nyuruh Geum Bi nyari bapaknya. Geum Bi yang gak pernah tahu muka ibu bapaknya jadi bikin Geum Bi punya petualangan yang seru. Belum lagi ditambah bapak yang ditunjuk sama bibinya itu ternyata adalah residivis yang terkenal tukang tipu. Bikin ketawa plus terharu banget ini hubungan ayah sama anaknya. Dari mulai saling nggak percaya kalau mereka ayah dan anak *liat posternya pasti udah bisa ngira*, sampai akhirnya…. hahahaha, nonton sendiri deh. *Anti spoiller*. Sampai pada klimaks ceritanya adalah perjuangan Geum Bi dan orang-orang di sekitarnya buat lawan penyakit Geum Bi yang diclaim belum ada obat pasti yang bisa bener-bener nyembuhinnya. Duh, gini kan drama genre keluarga tuh pasti nggak lengkap deh kalau belum bikin haru biru. Kayaknya belum puas gitu kalau belum bikin penontonnya ngabisin stock tissue. Huhuhuhu…

Drama ini bagus! Cocok ditonton semua umur. Ada love line nya, tapi emang bukan jadi fokus drama ini, jadi aman sih kalau mau ditonton sama remaja-remaja juga. Gemes deh liat Heo Jung Eun nya ngomong banmal (informal) mulu sama yang lebih tua. Hahahaha. Oh Ji Ho nya juga main bagus *secara dia juga udah punya anak meski masih bayi belum segede Geum Bi* jadi bikin aura kebapak-annya terpampang nyata *duh inces Syahrini*. Recommended!