Korean Movie Review – 궁합 (Marital Harmony / The Princess and The Matchmaker)

Hai!

Akhirnya aku bisa upload foto tiket nonton, kayak teteh-teteh fansite dan netijen-netijen Korea yang udah lebih dulu bertebaran di dunia maya. Teteh fansite mana? Tentu aja Kang Min Hyuk CNBLUE! Hahaha. Ya, lagi-lagi aku nonton ini karena ini adalah film perdananya Kang Min Hyuk! (tepuk tangan dongggg… Hahaha, dan aku datang memberi dukungan moral meski doi bukan pemeran utama.Iya gapapa sayang, *cium Minhyuk*) Ya, meski aku cuma bisa upload foto tiket sama posternya aja dan nggak bisa sekalian sama foto-foto pemainnya yang tour ke bioskop-bioskop kayak di Korea sana, aku sudah puas dan bahagia. *meski diam-diam sirik parah dan meneteskan air mata tabah. Nggak apa-apa, kutegar. Kayak Rossa. Langsung nyanyi pake gaun putih dengan angin dan rambut yang berkibar. Yang tahu berarti kita seangkatan, hai. Hahaha*

Film ini rilis di Korea 28 Februari 2018. Dan sejak hari itu, aku hampir tiap hari ngecek web CGV buat mastiin kalau film ini terpampang di corner ‘Coming Soon’, kayaknya kalau dicek jejaknya, orang-orang IT CGV Indonesia pasti udah langsung menggeleng takjub, “Ni orang emang pengen tau atau emang nggak ada kerjaan aja sih?” Hahahaha. Sempat harap-harap cemas nggak masuk Indonesia, aku yang cuma remahan ruby ini kan nggak mungkin juga langsung terbang Korea cuma buat nonton film. Hahaha. Jadi, selama menunggu, aku udah ngiler parah liat pressconnya, liat vlivenya, liat teteh-teteh fansite bagi-bagi foto Minhyuk yang dateng ke bioskop, bahkan salah satu teteh fansite aku sampai bisa selfie di auditorium bioskop itu sama Minhyuk! Udahlah, kalau ada penyakit hati yang lebih gila dari sirik mah itulah rasanya. Hahaha. (iya, ketawa lagi sambil diam-diam menitikan air mata kayak bawang putih yang cuma dikasih nasi sisa makan bawang merah.)

Sampai akhirnya tanggal 16 Maret 2018 akhirnya kumenemukan film ini muncul di corner Coming Soon seperti yang aku inginkan! Hahaha. Uyeahh! (tolong abaikan caption ig story aku yang penuh delusi tapi penuh kasih sayang itu)IMG_20180316_193052_486

Terima kasih Tuhan, mari kita nonton!!

Film ini bercerita soal putri Songhwa (Shim Eun Kyung) yang harus menikah demi menghentikan kemarau berkepanjangan, dan selayaknya keluarga kerajaan kan nggak mungkin ya nyomot jodoh sembarangan gitu aja dari jalan, nah untuk itulah ada Seo Do Yoon (Lee Seung Gi) si peramal yang bertugas menyeleksi jodoh yang cocok buat tuan putri ini. Nah, konflik film ini dimulai pas tuan putri kabur dari istana karena nggak pengen nikah gitu aja sama orang yang bahkan nggak dia tahu mukanya dan nggak dia cintai.Tuan Putri ini memutuskan buat menyamar dan mendatangi satu persatu calon suaminya biar tahu orang kayak apa yang dinikahinnya nanti. Cieee.. kayak lari keluar istana gitu terus bilang “Aku ingin melihat dulu seperti apa calon suamiku, ayah!” Trus banyak dedaunan gugur…

Nggak gitu. Ini film komedi. Nggak ada efek dramatisnya.

Note : Si tuan putri ini dari kecilnya nggak pernah go public, jadi rakyat semua nggak ada yang tahu mukanya. Termasuk calon-calon suaminya. Mereka mendaftar dan terseleksi tanpa tahu muka istrinya. Bisa begitu. Namanya juga film, Git. Hahaha.

Dari awal aku udah tahu kalau ini komedi romantis, cuma karena setingannya kolosal, aku tuh udah agak pesimis duluan. Takut bahasanya susah, atau komedinya jadi nggak masuk. Tapi, ternyata film ini berjalan mulus dan unsur komedinya dapet meski nggak heboh sampe bikin ngakak, tapi masih bisa menghibur.

Shim Eun Kyung yang terakhir aku liat main film Fabricated City sama Ji Chang Wook (kalau yang belum baca boleh loh mampir liat reviewnya di SINI), di film ini doi cantik sekali lohhh! Berbekal pengalaman main film komedi Granny Idol sebelumnya, actingnya juga jadi semakin bagus dan menyenangkan buat dinikmati.

Lee Seung Gi sendiri dapet peran jadi peramal yang tugasnya meneliti kecocokan orang-orang berdasarkan tanggal dan jam lahir yang kemudian dipecah jadi banyak unsur yang kemudian akan memutuskan apakah si ini sama si itu cocok. Kalau di jawa mah semacam paririmbon gitulah. Kayak mak comblang tapi dikotret dulu. Hahaha.

Soal Kang Min Hyuk sih aku udah tahu peran dia sebenernya ga sebanyak itu. Tapi, namanya sayang mau gimana yah (ceileeeehhh…). Kang Min Hyuk disini berperan jadi Kang Hwi, salah satu kandidat utama buat calon suami si tuan putri. Terkenal karena ketampanan dan keseksiannya. Hahahaha! Beneran deh di film ini dia dijual sekali! (Pengen protes tapi teh da aku menikmati. #eh). Kalau kalian yang udah nyimak trailer film ini pasti tahu adegan pamer punggung kekar dan winknya yang super menggoda itu. Kalau belum liat, liatlah dulu terus kesini lagi.

Udah? See? Gimana coba aku nggak pusing mikirinnya. Hahaha!

Bentar, usap dada dulu. Subhanallah.

Overall, film ini menghibur. Manis dan lucu. Nggak bikin mikir. Aku nggak akan spoiler sih, tapi tengah-tengah ada dua karakter yang bikin film ini jadi seru. Jadi agak sedikit action thriller. Penasaran? Nonton aja! HAHAHA. Film ini juga aku rasa aman ditonton sama keluarga. Ada adegan transaksi buku kama sutranya sih tapi nggak diliatin juga isinya, HAHAHAHA. (yang nggak tau apa itu buku kama sutra digoogling aja ya. LoL)

Kurangnya apa? Kurangnya adalah banyaknya istilah di film ini yang nggak dimengerti. Karena ini jaman kerajaan dan ada unsur ramal meramalnya yang bikin tiba-tiba ada unsur besi, tanah, api, bla bla bla. Tapi it’s ok. Nggak dimengerti juga nggak ngurangin alur ceritanya, soalnya Seung Gi baik nanti dijelasin lagi sama dia di akhir apakah itu artinya cocok atau nggak, atau apa akibatnya kalau mereka nikah. Pengertian banget emang babang ini sama kapasitas otak aku. Hahaha.

Yang belum nonton, atau lagi pengen cari tontonan ringan gemas dan lucu-lucu gitu, bolehlah nonton film ini.

Sebagai fangirl, personally aku mengucapkan selamat sama Kang Min Hyuk atas film perdananya. Meski perannya nggak banyak, tapi mudah-mudahan ini jadi pembuka jalan buat dia bisa main film lagi, lagi, lagi, dan lagi. Selamat. sayang! *peluk cium*

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Advertisements

Korean Movie Review – 신과함께 (Along with The Gods)

GOD_P_05_980-nhsrgg4qpgphr1eut5ejh29jfx0quwldocsvdgadny

Sebelumnya, akan aku ceritakan dulu keadaan bioskop pada saat nonton film ini (Nggak penting sih cuma biar kalian ada gambaran aja LoL)

Aku kebetulan nonton film ini hari Jumat siang kemaren (12/1) di CGV BEC. Entah aku yang udah kelamaan nggak sekolah (hush! ga boleh nyebut tua, ini namanya dewasa), atau emang kalau Jumat jam segitu anak-anak sekolah udah pada bubaran (sumpah sih dulu lupa kalau Jumat sekolah biasanya sampe jam berapa. Hahaha), yang pasti hari itu banyak banget anak-anak sekolah berseragam di area CGV. Antreannya lumayan panjang sis, udah keder aja takut nggak kebagian tempat, tapi taunya emang sebagian ngantri film ini sebagian ngantri Insidious. Jadi dengan sisa satu jam sebelum film dimulai aku kebagian kursi yang nggak terlalu tengah tapi juga Alhamdulillah nggak terlalu depan. Studionya kebetulan dapet yang kecil. (Update : pas udah masuk lumayan deket sama layar juga sih, tapi nggak sampe jereng mata Hahaha).

Lalu celingukan, beneran deh CGV siang itu didominasi sama anak-anak SMP sama anak SMA (aku bukan cenayang, aku tau dari seragam yang mereka pake. Haha) Udah bergumam aja dalam hati “Duh, mudah2an yang nonton film ini nggak anarkis yah…” Kenapa was-was? Karena berbekal pengalaman nonton film Train to Busan dan My Annoying Brother yang juga di bioskop, saat itu penontonnya juga sama-sama didominasi sama anak-anak sekolah. Bukan maksud menyamaratakan semua kelakuannya yaaa.. cuma saat itu nontonnya jadi berasa nonton di rumah, bukan di bioskop. Hahahaha. Tahu kan kelakuan kalian (dan mungkin termasuk aku) kalau lagi nonton film bareng temen-temen di kosan atau di rumah terus artis kesukaan kalian, atau kalau adegannya lagi gereget suka teriak-teriak sendiri? Nah kayak gitulah keadaan bioskop aku pada saat itu. Hahaha. Jadi, maapin aja ini mah kalau udah gelisah duluan liat penontonnya kebanyakan anak-anak abg. (Eits, inget aku mah anak dewasa. Hahaha)

Oke, waktunya nonton! Update you guys (soal keadaan bioskopnya), later! (Anaknya teh emang doyan gibah banget. Hahaha)

Film ini di Koreanya sendiri cetar membahana tornado, sis! Udah sampe 10juta penonton nggak nyampe sebulan.*cek beritanya di sini aja Berbekal berita ketenaran itulah dan Cha Tae Hyun, maka timbullah rasa penasaran dan yes, akhirnya tayang juga di Indonesia nggak lama setelah tayang di Korea. Cha Tae Hyun sendiri buat aku adalah aktor yang filmnya nggak pernah nggak rame selama ini.

Begitu mulai, film ini, kesannya malah kayak film horor. Kebetulan, aku yang berangkat ke bioskop tanpa liat dulu sinopsis filmnya (baca sih, cuma nggak kebayang. Iya, segitu kecilnya kapasitas prosesor otak aku /harap maklum). Terus begitu mulai kalimatnya udah berbau ‘akhirat’. Adegan berikutnya adalah Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang seorang fireman yang lagi gelantungan di tali yang talinya mau putus kebakar pas nyelametin seorang anak perempuan dari gedung yang lagi kebakaran. Duh, baru beberapa menit pertama aja lumayan bikin mules.

Film ini sendiri secara keseluruhan bercerita tentang proses reinkarnasinya Kim Jae Hong. Tentang gimana manusia yang udah meninggal harus ngelewatin dulu tujuh pengadilan sebelum bisa reinkarnasi. Ukuran reinkarnasi itu adalah kayak ukuran kesuksesan manusia yang berarti udah hidup sebagai orang baik. Kim Jae Hong yang meninggal pas lagi bertugas nyelametin orang, dianggap sebagai pahlawan yang muncul setelah 19 tahun nggak ada manusia sehebat itu di alam sana. Nah, pengadilan-pengadilan yang harus dilewatin itulah yang jadi dominasi alur cerita film ini. Di setiap pengadilannya, ada banyak cerita hidup yang buat aku bagus. Kayak mengajarkan banyak hal kalau hidup kadang nggak seperti kelihatannya. Bahkan orang yang dianggap sempurna dan penuh kebaikan kayak Kim Jae Hong ini juga punya aja kesalahan-kesalahan yang nggak dia sadarin.

Nah, selama melewati pengadilan-pengadilan di akhirat sanalah dia ditemenin sama Guardian-guardiannya yang bertiga itu yang kayak di poster. Tugas Guardian ini adalah jadi guide sekaligus tim pembela kalau sampai ada pengadilan yang ngasih tuntutan nggak sesuai. Guardian-guardian ini harus mengantar arwahnya buat sampai sukses reinkarnasi. Pasukan Guardiannya ada Ha Jung Woo (bapak kapten gagah dan berkharisma), Ju Ji Hoon (ini yang bikin seger sepanjang film! Aduh aku sampai lupa kapan terakhir liat dia di film… dan dalam hati langsung bertanya-tanya ’emangnya dia teh emang seganteng ini’? Oke, terus langsung browsing dan wow dia udah jomblo sekarang. Oke thanks. Hahaha #mimpibabu), sama Kim Hyang Gi (nama tetehnya lucu deh Hyang Gi, dan aku terakhir liat artikel dia yang dimirip-miripin sama D.O EXO di film ini. Gimana menurut kalian? Lumayan mirip sih emang.)

Dari segi cerita, ini film bagus! Aku sampai mewek kejer nontonnya :(((((( meski ritme meweknya gini : terharu, nangis, mewek (mewek itu nangis dengan level lebih ingusan LoL), ketawa, nangis lagi, mewek lagi, ketawa lagi, dan mewek sampai habis. Sumpah ya, menuju akhir film udah bingung ini sopannya ngasih reaksi mewek aja apa ketawa juga boleh yah? Gitu. Penasaran? Ditonton aja! Hahahaha. Yang pasti sih film dengan tema keluarga, buat aku mah selalu lebih bikin pusing :((((

Dan apa lagi yang bikin film ini bagus? Special EFEKNYA! (Bahasa campur-campur semaumu, Gits. Udah kayak es) Kalau bahasa kerennya mah CGI. Ih keren! Aku adalah termasuk salah satu penonton yang sangat menikmati film-film dengan CGInya yang mumpuni. Biasanya kalau udah bagus banget akan sampai ke tahap penasaran, ini syutingnya gimana atau ini bikinnya gimana. Suka kagum sendiri nggak sih? Atau aku aja? (Mungkin ada hubungannya sama kapasitas otak yang minimalis atau emang aku mah anaknya gampang kaguman aja, Hahaha.)

Kurangnya apa? Aku nggak tau yah tentang berita kalau ini adalah film pertama dari sekuel yang katanya bakal ada itu bener apa nggak (will update you guys kalau aku menemukan sumber terpercaya, atau mungkin kalian menemukannya duluan kabar-kabari ya!) cuma emang ada beberapa bagian yang belum ketemu jawabannya. Lagi-lagi kirain aku doang yang suka nggak ngerti sama jalan cerita kalau udah mulai terlalu banyak konflik, taunya di bagian akhirnya, tokoh dalam filmnya sendiri yang juga bertanya hal yang sama kayak yang aku pertanyakan. Hahaha. (Yes, kali ini aku jagoan!) Mudah-mudahan emang bener ada sekuelnya, dan mudah-mudahan lagi sekuelnya sebagus film yang ini (terkadang mah kusuka trauma sama sekuel-sekuelan).

Dan ya, seperti 10 juta penonton lainnya dan bahkan lebih, film ini sangat rekomendasi buat ditonton! Akting semua aktor dan aktris pendukungnya mumpuni sekali, sis! Meski Ju Ji Hoon membuatku hilang fokus dan membuatku galau. Lah. Hahaha. #mimpibabupart2

Yang udah nonton, selamat! Yang belum nonton, selamat menonton!

*Cerita tambahan : Jadi gimana Git, keadaan bioskop pas nonton film ini? Hahaha.

Begitu waktunya masuk, aku barengan sama rombongan anak seragam putih biru yang di jalan menuju auditoriumnya aja udah rame bener kek lagi arisan. Pas masuk aku udah ngedoa aja mudah-mudahan nggak sebaris atau nggak deketan (ya kan ngedoa nggak satu studio udah nggak mungkin, Hahaha) Juga berdoa supaya mereka nggak anarkis pas nonton, karena aku tau alasan mereka semua nonton siang itu karena apa. Karena siapa lebih tepatnya. Yes, D.O EXO saudara-saudara! Kenapa aku tau? Karena mereka udah heboh ngomongin D.O dari sebelum masuk. Fyi, D.O emang bagus pisan sih aktingnya. Sumpah, nggak pake boong.

Oke, film dimulai semua berjalan seperti seharusnya. Hening dan menyenangkan, sampai D.O nongol. Hahahaha. Di film ini peran D.O emang nggak banyak, tapi dia jadi salah satu peran kunci buat film ini dan perannya cukup mengundang reaksi heboh bahkan buat aku yang datang bukan buat liat D.O doang (tapi Alhamdulillah masih dikasih eling ini lagi di bioskop Hahaha) Begitu D.O yang perannya jadi tentara ini muncul, nyaris semua orang termasuk teteh teteh di sebelah aku yang keliatannya kirain kalem langsung teriak “D.O!!!” Ya, kayak nonton konser. Bukan nonton bioskop. Oyeah, selamat datang di bioskop yang berubah jadi area Music Bank! Hahaha. Beberapa orang di sekeliling aku termasuk teteh teteh yang di sebelah aku langsung sibuk ngambil handphone dan motret D.O di layar. LUAR BIASA. Buat adek-adek yang mungkin baca ini jangan ditiru yah.. gimana juga itu adalah tindakan tidak terpuji dan sesungguhnya melanggar hukum. You guys, kalau mau dapet gambar idola kalian lagi main film kunjungi aja google atau fansitenya, yakin akan lebih banyak hasil fotonya dengan resolusi yang lebih mumpuni buat dipajang di hp atau di desktop kalian (mari sis, aku tau soalnya kebiasaan kita fangirl kan rata-rata sama, Hahaha.) Tapi, overall dibanding sama pas nonton Train to Busan dulu  kehirukpikukan di dalam auditorium nggak terlalu heboh. Nggak hampir setengah film. Hahaha. Alhamdulillah!

Sekali lagi, yang belum nonton dan punya rencana nonton, selamat menonton (dengan tertib dan saling menghormati ya!)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Korean Movie Review – 조작된 도시 (Fabricated City)

Fyi dulu sebelumnya kalau kalau content post ini mengandung delusi dan ngefangirl kelas kakap segede paus. Hahahaha.(Jadi ceritanya kalau udah baca dilarang protes :p)

Dikarenakan Ji Chang Wook sekarang memasuki top 2 bias aku dan ini adalah film perdananya Ji Chang Wook maka bulat tekad untuk langsung nonton di bioskop begitu keluar! Alhamdulillah rilis di Indonya ga jauh beda sama rilis di Korea, jadi nggak kudet kudet amat. Secara sih udah sirik duluan sama fans-fans Korea yang foto tiketnya udah bertebaran duluan di Instagram (terus aku ga mau kalah. LoL)

Fabricated sendiri udah kedengeran berita syutingnya bahkan sebelum Ji Chang Wook syuting K2. Nggak ngerti kenapa bisa jadi lama syuting dan rilisnya, tapi finally!

Filmnya seru! Ini seperti perpaduan antara hacker hacker plus balapan liar (itu terbayang-bayang banget adegan kejar-kejaran mobil yang udah macem fast furious). Ji Chang Wook sendiri disini berperan sebagai Kwon Yu, mantan atlet Taekwondo yang kemudian jadi gamers lalu kena tuduh pemerkosaan dan pembunuhan sampai akhirnya masuk ke penjara. Kwon Yu yang bertekad membersihkan nama baiknya, langsung berpetualang bersama geng gamersnya buat nyari tahu kenapa bisa dia yang sampe dituduh dan masuk penjara. Iya, soalnya ditangkepnya pas bangun tidur, jadi masih setengah sadar. Hahaha.

Buat Chang Wook sendiri, yak dia dapet genre action lagi! Aku sendiri sebenarnya nggak keberatan sih dia main action terus, karena kapan lagi bisa liat dia topless kayak di K2 atau bersimbah keringat kayak di film ini. hahaha! (come on sweat is sexy!), tapi sebagai yang sebenarnya bukan terlalu peminat film action, dan juga sebagai wish listnya Chang Wook sendiri sebelum wamil, dia pengen main drama komedi. Oh, Please! Itu ide bagus! Hahaha. Akting Chang Wook sendiri di film ini oke banget dan berdasarkan artikel yang sempet dibaca adalah banyak adegan action Chang Wook yang nggak pake stuntman. (Gimana coba dedek ga cinta sama totalitas abang satu ini?!) *peluk Chang Wook* *siapin balsem buat urut* *sama secangkir teh manis dan satu kecupan manja* LoL

Pemain pendukung yang lainnya pun bikin film ini makin oke. Di poster promonya, selain ada Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung (yang aku inget sih terakhir liat dia di Granny Idol. inget nggak? film yang nenek nenek kembali jadi muda terus jadi idol) , juga ada Ahn Jae Hong (ini masih seger, dia yang jadi kakaknya Ryu Jun Yeol di Reply 1988), peran mereka berdua disitu kocak abis! Yang Shim Eun Kyung, dia jadi hacker yang akhirnya bantuin Kwon Yu buat nemuin bukti-bukti alibinya tapi sociophobia abis! Nonton deh dan kalian akan ngakak gimana jadinya orang yang nggak bisa ketemu orang sama sekali sebenernya tapi harus berhubungan dengan orang banyak. Hahahahaha. Duh, inget lagi ngakak lagi. Ahn Jae Hong ini lebih ke clumsy sih, yang juga jadi bumbu komedi biar filmnya ga jadi terlalu tegang dan nelangsa.

Dan keadiran Oh Jung Se juga jadi kejutan sendiri buat film ini. Apa coba? Nonton aja aaahhhhh…. Hahahaha.

Buat yang belum nonton, film ini seru! Seneng deh kemaren sempet nonton di bioskop (update per hari kemaren sih (14/3) filmnya masih ada di CGV jadi yang belum sempet nonton msih bisa meluncur!), dapet studio yang nggak gitu gede, weekday jadi nggak banyak anak sekolah, jadi kayaknya isinya fangirl2 seumuran aku yang di awal tengah akhir atau setiap ada adegan yang Chang Wooknya dizoom atau dia keliatan ganteng banget semuanya memekik tertahan. Hahahaha. Happy!

Selamat menonton!fullsizephoto803081

Korean Movie Review -형(My Annoying Brother)

my_annoying_brother-p1Film ini ceritanya sederhana sih. Tentang hubungan adik kakak. Beneran deh, aku sih paling nggak tahan sama film yang genrenya keluarga, suka terharu biru. Birunya sampe biru dongker malah. Begitu filmnya abis, nangisnya malah makin kejer. Tenang, nggak akan spoiler, nonton aja dulu buat yang belum. Hihihihi.

Dulu pas review Jealousy Incarnate, aku berani bilang Jo Jung Seok ini selalu pinter deh bangun chemistry sama lawan mainnya. Termasuk di film ini, sampai akhirnya banyak yang bilang kalau dia dan D.O jadinya mirip dan kayak kakak-adek beneran. Arghhh,itulah kenapa adek mencintaimu, Bang! *lopelope*. Yang bikin beda dari akting dia kali ini adalah dia cursing hampir sepanjang film! Hahahaha.. maklum jadi mantan napi (kehidupan penjara macem isinya mulut kotor gitu semua kali. LoL), sempet geli sendiri dengernya, tapi it suits him very well too. Kayaknya sih babang ini mah dikasih peran apa aja juga bisa *komen ala fangirl* Hahaha.

D.O juga jadi partner acting yang seru banget deh. Soal anak EXO yang satu ini, aku sendiri udah suka ektingnya semenjak dia main di It’s Okay It’s Love, dengan lawan main sekelas babang Jo In Sung, dia nggak gentar dengan main sama bagusnya. Eugh, mereka keren banget kan jadi versi remaja dan dewasa di situ (Jangan bilang tua, nanti dimarahin fansnya Jo In Sung. Hahaha), disini juga D.O nggak kalah oke. Duh dedek, banyak-banyak main film lagi ya nanti. Dapet peran jadi atlet judo yang kemudian mesti ngadepin diri sendiri susah payah ditambah mesti ngadepin babang Jung Seok yang tiba-tiba muncul. Dunia jadi jungkir balik deh buat hidupnya. *langsung mellow lagi*

Park Shin Hye juga adalah artis yang aku pikir drama dan filmnya ga pernah ga rame. Yes. Sayang, peran dia disini nggak segitu banyaknya di film ini, tapi dia sukses melengkapi film ini jadi lebih oke. Dan setelah ini, harapan dia adalah punya love line sama babang Jung Seok di drama atau film. Hahaha. Lets see yah, kayaknya sih seru kalau sampai bisa main bareng.

Overall, film ini bagus banget! Skala penilaian 11/10 hahahaha *bias banget anaknya teh*, cocok ditonton semua umur (untung cursingnya pake bahasa korea, jadi kalau ada anak dibawah umur mah anggep aja nggak ngerti, dan mudah-mudahan yang ngesub indonya bisa cari kata-kata yang lebih ’empuk’ LoL). Recommended!