Korean Drama Review – 으라차차 와이키키 (Welcome to Waikiki)

thumbnail-24

JTBC, 20 Episode + 2 episode special commentary.

Sumpah yah, demi Kim Jung Hyun yang lama lama keliatan lucu ugha, ini drama absurd dan lucu parah! Ngakak sampai berair mata rasanya nontonnya! Terakhir ngerasa kayak gini tuh pas nonton Entourage, meski kalau mau dibandingin, Entourage sih menurut aku masih lebih berkonflik dibandingin ini dan segmentasi penontonnya lebih dewasa karena banyak adegan kiss plus plusnya. Hahaha. Tapi tetep, Entourage juga lucu karena ada Lee Gwang Soo dan Lee Dong Hwinya.

Drama ini berlatar di sebuah guesthouse yang namanya Waikiki (so you guys bisa tahu kenapa judulnya ada Waikikinya), dikelola sama tiga orang laki laki. Ada Kang Dong Gu (Kim Jung Hyun), Lee Joon Ki (Lee Yi Kyung), sama Bong Doo Sik (Son Seung Won). Oh ya, sama Kang Soo Jin (Go Won Hee) yang adalah adik perempuan kesayangannya Dong Gu. Mereka bertiga itu punya guesthouse yang nggak laku-laku amat dan selalu berakhir ga bisa bayar uang sewa rumah. Di samping itu, kehidupan kariernya juga ga semulus itu. Dong Gu yang cita-cita sebenernya jadi sutradara harus cukup puas dulu kerja sampingan jadi pembuat video bayi bayi kalau ada acara ulang tahun. Sementara Joon Ki ceritanya ribuan kali harus rajin ikut audisi demi mencapai mimpinya jadi aktor. Dari peran werewolf sampai gurita buat drama anak-anak semuanya dijabanin. Doo Sik juga nggak beda jauh, dari keinginan jadi penulis skenario malah harus berakhir dengan nulis web novel dan skenario film erotis. Hahahaha. Duh, ngakak lagi kalau inget.

Cerita tentang Han Yoo Na (Jung In Sun) yang adalah single mother dari bayi lucu namanya Sol (Han Yo Reum), Min Soo Ah (Lee Joo Woo) mantan pacar Dong Gu yang ninggalin Dong Gu karena Dong Gu dianggap nggak punya masa depan dan 97 alasan lainnya. Hahaha. Juga cerita yang nggak kalah absurd dari Kang Soo Jin (Go Won Hee) perempuan berkumis janggut juga ikut melengkapi cerita three musketeers Waikiki di atas (Nah lho? Penasaran kan? Nonton aja! Hahahaha)

Nggak banyak yang bisa diceritain dari segi alur. Lebih ke drama dengan cerita lucu tentang 6 tokoh utama yang ada di poster itu dengan segala cerita dan permasalahan dalam hidupnya. Banyak banget unsur cerita yang nggak ketebak. Kayak cari uang lewat live mukbang makan tulang sapi misalnya? DIMAKAN LOH YAH BUKAN CUMA DISEDOT SUM SUM NYA. Hahahahaha. Duh ngakak lagi.

Pemainnya bagus-bagus!

Kalau kalian udah nonton sama episode specialnya (episode special bisa kalian tonton setelah dramanya kayak aku atau setelah episode 10 langsung nonton juga bisa), pemain-pemain Waikiki sepakat kalau salah satu kekuatan besar yang bikin drama Waikiki ini lucunya stadium 100, adalah karena peran Lee Joon Ki yang sukses banget dibawain sama Lee Yi Kyung. Me too agree! Emang yah, Lee Yi Kyung ini total banget meraninnya. Dari fisik sampai mental. Dari masang senyum bego sampai make up yang bikin dia harus dandan dari subuh dan untuk 13 jam kedepan bahkan nggak bisa ke kamar mandi. Wow! I salute you, sir! Pokoknya sih nggak bisa nggak ikut ketawa kalau udah scenenya Joon Ki apalagi kalau udah bareng sama Soo Jin. HAHAHAHAHA.

Kim Jung Hyun yang terakhir aku liat di Jealousy Incarnate jadi adiknya Gong Hyo Jin yang protektif banget sama kakaknya, di sini juga jadi abang yang protektif buat Soo Jin. (Maafkan aku Jung Hyun sayang tapi School 2017 sama Rebel Thief aku skip. Hahaha.) Dibanding dulu liat di Jealousy Incarnate yang perannya masih dikit dan jadi anak SMA, disini keliatan dewasa sekali. Dan ya. Lucu. Hahahaha.

Emang nggak bisa fokus anaknya teh. Ada aja nemu gebetan baru.

Sebenernya awalnya biasa aja karena rambut perm dan warna terang itu nggak masuk kriteria aku (SIAPA ELU GITS) tapi lama lama rambutnya kembali menghitam dan tatanannya kembali rapi jali. Jadi aja. Hahahaha. Udah gede ya kamu, dek. Sini main sama teteh. (Kelahiran 1990! Masih cuma beda dua taun. Hahaha.)

Halu emang nggak kenal waktu.

Pokoknya semuanya ok! Lucu! Chemistry di antara pemainnya bagus. Penyampaian komedinya juga dapet banget. Betah pokoknya mah!

Mudah-mudahan season 2 nya beneran jadi digarap. Tadi pagi denger selentingan aja katanya mau bikin. Please kita butuh kejelasan Doo Sik dan Soo Ah. #eh #spoileralert

Hahahaha.

Pokoknya, buat kalian yang butuh tontonan nggak perlu mikir, bikin ketawa sampe pusing dan menyegarkan mata, maka Waikiki adalah pilihan yang paling tepat!

Welcome to Waikiki i laff yuuuu!

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

Advertisements

Korean Drama Review – 라디오 로맨스 (Radio Romance)

97ktei84ywc24vx0un29

KBS, 16 Episode.

Apa yang kemudian terlintas di kepala pas nonton drama ini? “Wah, nanti kalau aku pacaran sama Dujun serumit itukah? Kalau nanti Dispatch tiba-tiba mergokin kami gimana? Terus kalau kostan aku ditongkrongin fans gila kayak gitu aku harus gimana?” HAHAHAHAHA.

Iya, kalau kalian ngerasa mual atau tiba-tiba emosi gitu ngerti kok. Restui saja kami karena kalian nggak punya pilihan lain. Thanks. (ditabok bakiak)

Yay! Pertama-tama mari kita buka dengan ucapan welcome back sayangku  Yoon Doo Joon! Setelah terakhir menikmati ketampanannya yang hakiki lewat drama tahun 2015, dan sempat di-php-in mau comeback taunya nggak, akhirnya kali ini nggak harkos! Yaaayy! *lari ke pelukan Dujun kasih selamat penuh cinta*

Ada yang menyempatkan diri liat trailernya? Liat trailernya yang penuh dengan bunga-bunga berterbangan di udara dan keintiman yang terlalu buat ukuran trailer? Nggak kok, nggak kesel. BENERAN NGGAK. Dan jauh sebelum penayangannya, Yoon Doo Joon sama Kim So Hyun udah nongol gandengan tangan di acara KBS Drama Award 2017. Ya, ngerti kok itu pasti bagian dari promosi. Iya NGGAK APA-APA KOK. BENERAN.

Minum dulu, Git. Kayaknya kamu dehidrasi.

Oke, dengan mengesampingkan perasaan pribadi, mari kita lanjutkan. (Situ siapa, Git? Sadar kau anak muda! Hahaha.)

Radio Romance sendiri bercerita seputar dunia radio. Euh, basi amat yak penjelasannya.  Ya iyalah Git, RADIO. Dari judulnya aja udah ketauan. Hahaha. Yamaap.

Ceritanya bermula dari Song Geu Rim (Kim So Hyun) yang kena apes terus sebagai asisten writer di sebuah stasiun radio. Sebut saja KBC. (Hahaha, da emang itu namanya yey)  Main writer atasannya galak dan nyebelin setengah mati, DJnya ngilang pas jam mau siaran taunya mabok dan bikin kerusuhan, dan kesialan-kesialan berikutnya sampai akhirnya dia dipecat dari team acara itu. Nah, di saat nganggur itulah datang Lee Gang (Yoon Park) si Production Director yang kelakuannya sedikit nggak waras tapi acaranya selalu sukses. Lee Gang ini baru pulang berkelana dari India dan berniat merekrut Song Geu Rim ke dalam teamnya sebagai main writer dengan syarat Geu Rim ini harus bisa merekrut Ji Soo Ho (Yoon Doo Jun) buat jadi DJ acara mereka. Dengan keadaan saat itu Ji Soo Ho adalah aktor yang sulit dideketin, dingin, dan banyak maunya. Perjuangan Geu Rim buat bikin Soo Ho bersedia itulah yang kemudian membawa kita menuju episode-episode penuh cinta berikutnya.

Kalau boleh merangkumnya singkat, drama ini manis dan romantis. Sesuai judulnya. Euh, lope lope bertebaran di udara. Dan berhubung ini ceritanya tentang writer acara radio, jadi ada banyak juga dialog dan kata-kata indah yang mungkin bisa kalian buat sebagai quotes atau caption instagram, satu kalimat favorit aku dan mungkin juga jadi highlight drama ini adalah :

“Just because you are not crying, doesn’t mean you are not sad. Just because you are smiling, doesn’t mean you are happy.”

Terpotek langsung hati adek, bang.

Nggak banyak konflik yang rumit. Semuanya berjalan semulus kulit Kim So Hyun. Seperti apapun rintangannya, mau terik panas, hujan badai, atau belum gajian dan cicilan banyak, semuanya kalah sama cinta.

*lalu ketawa bahagia sambil pegangan tangan muter-muter di taman sebelum akhirnya pingsan dan muntah-muntah karena pusing* *team perusak suasana*

Saking romantisnya, aku mau spoiler sambil curhat dikit. ADEGAN KISS KISSNYA BANYAK IH. GIMANA AKU HARUS MENYAKSIKANNYA TANPA TERCUBIT HATI INI?

Minum dulu lagi, Git. Dehidrasimu semakin parah.

Semacam shock karena terakhir lihat Dujun di Let’s Eat kerjaannya makan terus 2 season. Bukan pegangan tangan, peluk-peluk, dan cium anak orang kayak gini. Tapi, ya namanya juga drama Romance apalah yang harus kau bikin protes anak muda? Terima saja. Hahahaha (ketawa sambil menghapus setitik air mata di sudut mata. Dramatis. Minta dilempar ember.)

Chemistry pemainnya bagus!

Dujun dan Kim So Hyun : Setelah ditelusuri, dari tahun 2014 mereka udah pernah bikin CF bareng, dan di drama Kim So Hyun kemaren yang Let’s Fight Ghost, Dujun juga sempet jadi cameo. Udah agak akrab ya harusnya. (Pakai kata agak kesannya kayak nggak boleh terlalu akrab. Hahaha.) Beda 10 taun tapi bisa membina chemistrynya dengan baik. Kim So Hyun yang pembawaannya kalem cocok sama Dujun yang ekspresinya juga banyak kalemnya. Dan ya, dari dulu Dujun itu selalu punya charisma dari pandangan matanya, yang kayaknya kalau dipandang gitu lumer langsung diri ini. (Itu juga yang bikin aku jatuh cinta padamu, bang.) Jadi inget Dujun di drama Iris 2. Ya, ganteng-ganteng selow gitulah. Minta banget dipacarin. Ah.

Permisi, Git. Sini refill dulu minumnya. Takut kambuh lagi dehidrasinya.

Dujun dan Yoon Park : Nah ini!! Aduh thanks God gara gara mereka aku banyak ketawa sepanjang nonton drama ini. Yoon Park yang disini karakternya nggak waras dan apapun yang terjadi ya gimana aku weh, jadinya lucu lucu gemash ketemu sama Dujun yang cool kayak kulkas dua pintu. AKU GEMAS SUNGGUH!! Hahahaha. Yoon Park disini bagus sekali aktingnyaaa!!! Duh. Dan aku lebih suka dia berkumis dan berjanggut daripada polos kayak drama dia sebelum-sebelumnya. Lee Gang PD aku padamu!! Pokoknya kalau Yoon Park ini ketemu sama Dujun udah kayak Tom and Jerry yang berseteru tapi sebenernya saling sayang.

Cieeee… aku juga mau dong disayang sama kalian.

Minum yang banyak Git, kayaknya dehidrasimu mulai bikin kamu halu.

Personally, aku suka drama ini ngangkat tema radio, cerita dan pemainnya juga nggak mengecewakan. Aku sendiri punya cerita sendiri soal radio. Almarhum papah aku itu penyiar radio, jadi dari kecil dulu sama Almarhumah mamah kami seneng sekali denger radio sama-sama. Sampai sekarang, kalau nggak bisa tidur aku pasti nyalain radio. Nggak tau ya, ada keasyikan tersendiri denger radio yang nggak bisa didapat di televisi. Jadi, nonton drama ini kayak flashback ke masa kecil dan flashback juga ke keinginan terpendam buat jadi penyiar radio yang nggak kesampaian. Ada secercah kebahagiaan sendiri nontonnya. Terima kasih team Radio Romance! I laff yuuuu!

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Yap! Bikin berbunga-bunga nontonnya. Nggak perlu mikir, tau-tau bahagia aja. Hahahah. Komedinya ada, Romancenya banyak, konflik keluarga, persahabatannya juga semua ada. Dan yang pasti mah da Yoon Doo Joonnya GANTENG. Tak terkira. Sekian.

eabdd4c415dec7d363385cc90102d837

Sampai ketemu di review berikutnya!!

I Love you! Thank you!

Korean Movie Review – 궁합 (Marital Harmony / The Princess and The Matchmaker)

Hai!

Akhirnya aku bisa upload foto tiket nonton, kayak teteh-teteh fansite dan netijen-netijen Korea yang udah lebih dulu bertebaran di dunia maya. Teteh fansite mana? Tentu aja Kang Min Hyuk CNBLUE! Hahaha. Ya, lagi-lagi aku nonton ini karena ini adalah film perdananya Kang Min Hyuk! (tepuk tangan dongggg… Hahaha, dan aku datang memberi dukungan moral meski doi bukan pemeran utama.Iya gapapa sayang, *cium Minhyuk*) Ya, meski aku cuma bisa upload foto tiket sama posternya aja dan nggak bisa sekalian sama foto-foto pemainnya yang tour ke bioskop-bioskop kayak di Korea sana, aku sudah puas dan bahagia. *meski diam-diam sirik parah dan meneteskan air mata tabah. Nggak apa-apa, kutegar. Kayak Rossa. Langsung nyanyi pake gaun putih dengan angin dan rambut yang berkibar. Yang tahu berarti kita seangkatan, hai. Hahaha*

Film ini rilis di Korea 28 Februari 2018. Dan sejak hari itu, aku hampir tiap hari ngecek web CGV buat mastiin kalau film ini terpampang di corner ‘Coming Soon’, kayaknya kalau dicek jejaknya, orang-orang IT CGV Indonesia pasti udah langsung menggeleng takjub, “Ni orang emang pengen tau atau emang nggak ada kerjaan aja sih?” Hahahaha. Sempat harap-harap cemas nggak masuk Indonesia, aku yang cuma remahan ruby ini kan nggak mungkin juga langsung terbang Korea cuma buat nonton film. Hahaha. Jadi, selama menunggu, aku udah ngiler parah liat pressconnya, liat vlivenya, liat teteh-teteh fansite bagi-bagi foto Minhyuk yang dateng ke bioskop, bahkan salah satu teteh fansite aku sampai bisa selfie di auditorium bioskop itu sama Minhyuk! Udahlah, kalau ada penyakit hati yang lebih gila dari sirik mah itulah rasanya. Hahaha. (iya, ketawa lagi sambil diam-diam menitikan air mata kayak bawang putih yang cuma dikasih nasi sisa makan bawang merah.)

Sampai akhirnya tanggal 16 Maret 2018 akhirnya kumenemukan film ini muncul di corner Coming Soon seperti yang aku inginkan! Hahaha. Uyeahh! (tolong abaikan caption ig story aku yang penuh delusi tapi penuh kasih sayang itu)IMG_20180316_193052_486

Terima kasih Tuhan, mari kita nonton!!

Film ini bercerita soal putri Songhwa (Shim Eun Kyung) yang harus menikah demi menghentikan kemarau berkepanjangan, dan selayaknya keluarga kerajaan kan nggak mungkin ya nyomot jodoh sembarangan gitu aja dari jalan, nah untuk itulah ada Seo Do Yoon (Lee Seung Gi) si peramal yang bertugas menyeleksi jodoh yang cocok buat tuan putri ini. Nah, konflik film ini dimulai pas tuan putri kabur dari istana karena nggak pengen nikah gitu aja sama orang yang bahkan nggak dia tahu mukanya dan nggak dia cintai.Tuan Putri ini memutuskan buat menyamar dan mendatangi satu persatu calon suaminya biar tahu orang kayak apa yang dinikahinnya nanti. Cieee.. kayak lari keluar istana gitu terus bilang “Aku ingin melihat dulu seperti apa calon suamiku, ayah!” Trus banyak dedaunan gugur…

Nggak gitu. Ini film komedi. Nggak ada efek dramatisnya.

Note : Si tuan putri ini dari kecilnya nggak pernah go public, jadi rakyat semua nggak ada yang tahu mukanya. Termasuk calon-calon suaminya. Mereka mendaftar dan terseleksi tanpa tahu muka istrinya. Bisa begitu. Namanya juga film, Git. Hahaha.

Dari awal aku udah tahu kalau ini komedi romantis, cuma karena setingannya kolosal, aku tuh udah agak pesimis duluan. Takut bahasanya susah, atau komedinya jadi nggak masuk. Tapi, ternyata film ini berjalan mulus dan unsur komedinya dapet meski nggak heboh sampe bikin ngakak, tapi masih bisa menghibur.

Shim Eun Kyung yang terakhir aku liat main film Fabricated City sama Ji Chang Wook (kalau yang belum baca boleh loh mampir liat reviewnya di SINI), di film ini doi cantik sekali lohhh! Berbekal pengalaman main film komedi Granny Idol sebelumnya, actingnya juga jadi semakin bagus dan menyenangkan buat dinikmati.

Lee Seung Gi sendiri dapet peran jadi peramal yang tugasnya meneliti kecocokan orang-orang berdasarkan tanggal dan jam lahir yang kemudian dipecah jadi banyak unsur yang kemudian akan memutuskan apakah si ini sama si itu cocok. Kalau di jawa mah semacam paririmbon gitulah. Kayak mak comblang tapi dikotret dulu. Hahaha.

Soal Kang Min Hyuk sih aku udah tahu peran dia sebenernya ga sebanyak itu. Tapi, namanya sayang mau gimana yah (ceileeeehhh…). Kang Min Hyuk disini berperan jadi Kang Hwi, salah satu kandidat utama buat calon suami si tuan putri. Terkenal karena ketampanan dan keseksiannya. Hahahaha! Beneran deh di film ini dia dijual sekali! (Pengen protes tapi teh da aku menikmati. #eh). Kalau kalian yang udah nyimak trailer film ini pasti tahu adegan pamer punggung kekar dan winknya yang super menggoda itu. Kalau belum liat, liatlah dulu terus kesini lagi.

Udah? See? Gimana coba aku nggak pusing mikirinnya. Hahaha!

Bentar, usap dada dulu. Subhanallah.

Overall, film ini menghibur. Manis dan lucu. Nggak bikin mikir. Aku nggak akan spoiler sih, tapi tengah-tengah ada dua karakter yang bikin film ini jadi seru. Jadi agak sedikit action thriller. Penasaran? Nonton aja! HAHAHA. Film ini juga aku rasa aman ditonton sama keluarga. Ada adegan transaksi buku kama sutranya sih tapi nggak diliatin juga isinya, HAHAHAHA. (yang nggak tau apa itu buku kama sutra digoogling aja ya. LoL)

Kurangnya apa? Kurangnya adalah banyaknya istilah di film ini yang nggak dimengerti. Karena ini jaman kerajaan dan ada unsur ramal meramalnya yang bikin tiba-tiba ada unsur besi, tanah, api, bla bla bla. Tapi it’s ok. Nggak dimengerti juga nggak ngurangin alur ceritanya, soalnya Seung Gi baik nanti dijelasin lagi sama dia di akhir apakah itu artinya cocok atau nggak, atau apa akibatnya kalau mereka nikah. Pengertian banget emang babang ini sama kapasitas otak aku. Hahaha.

Yang belum nonton, atau lagi pengen cari tontonan ringan gemas dan lucu-lucu gitu, bolehlah nonton film ini.

Sebagai fangirl, personally aku mengucapkan selamat sama Kang Min Hyuk atas film perdananya. Meski perannya nggak banyak, tapi mudah-mudahan ini jadi pembuka jalan buat dia bisa main film lagi, lagi, lagi, dan lagi. Selamat. sayang! *peluk cium*

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Korean Drama Review – 슬기로운 감빵생활 (Wise Prison Life / Prison Playbook)

MV5BMTQzMzYwNzEtY2U1Zi00MTA1LWJhZTctZjE2NjMzYjlmNmQwXkEyXkFqcGdeQXVyMzE4MDkyNTA@._V1_UY1200_CR108,0,630,1200_AL_

Lagi-lagi drama dengan poster yang keliatannya serius banget. Ya, itu kesan pertama pas liat poster drama ini dan sedikit mengintip episode pertamanya. Dengan sotoynya aku mau bilang kalau rasanya nonton drama ini kayak nonton film. Tata gambarnya bagus kayak movie bukan kayak drama. Apa mungkin emang beda atau perasaan aku aja? Mungkin teman-teman yang mengerti perfilman bisa nonton juga. hahaha.

Drama ini ada 16 episode. Dibanding drama biasanya yang seepisode rata-rata berdurasi 1 jam, kali ini satu episodenya lebih panjang berdurasi sekitar 1.5 jam (tuh nambah setengah jam lagi udah jadi film layar lebar tuh. Hahaha).

Ceritanya dimulai dari Kim Jae Hyuk (Park Hae Soo) seorang atlet baseball terkenal yang ditangkap polisi dan dipenjara karena menyerang seorang laki-laki yang suatu malam dipergoki mencoba melecehkan adik perempuannya secara seksual. Kakak mana yang nggak emosi liatnya. Mereka terlibat perkelahian hebat sampai akhirnya si Kim Jae Hyuk ini mukul kepala laki-laki itu pakai semacam piala kaca sampai pingsan di saat Kim Jae Hyuk juga pada saat itu terancam mau ditusuk pake pecahan kaca. Kejadian itu sempet dianggep cuma aksi membela diri sampai akhirnya si laki-laki yang dipukul kepalanya itu menderita lumpuh otak dan kemudian meninggal, yang bikin Kim Jae Hyuk harus mendekam lebih lama di penjara. Sebagai pembunuh. Cerita kemudian didominasi sama kehidupan di dalam penjara. Tentang orang-orang di dalam selnya kayak apa, sipir-sipir penjaranya, sampai ke intrik-intrik yang terjadi di dalam penjara.

Jadi ini adalah serial dengan tema penjara kedua yang aku tonton setelah Orange Is The New Black (kalau ada yang bertanya, ini serial bule bukan serial korea). Kalau Orange is The New Black fokus di penjara perempuan, Prison Playbook ini fokusnya di penjara laki-laki. Jadi bayangkanlah ada sepotong dua potong ‘roti sobek’ yang akan menghiasi pemandangan kamu jadi lebih indah. Hahahaha. (Maaf, naluri wanita terlalu penting)

Tokoh-tokohnya siapa aja, Gits?

Sebenarnya karena settingnya penjara, jadi tokoh yang diperkenalkan pun lumayan banyak. Tapi mari kita bahas tokoh-tokoh sentral yang lumayan menarik perhatian. Perhatian siapa? Anggap aja perhatian dari aku itu penting. (iyain aja, kan aku yang punya blognya. iyain aja biar cepet. iya iya)

Kim Jae Hyuk (Park Hae Soo), seorang atlet baseball terkenal yang masuk penjara karena kasus pembunuhan. Tokoh Kim Jae Hyuk ini gemas sekali!!! Tampan, atletis tapi pemikirannya polos dan kelewat sederhana. Hahahaha (mudah-mudahan pemilihan kata aku udah cukup halus dibanding maksud sebenarnya). Kalau kata temen-temen satu selnya, Kim Jae Hyuk ini memang bintangnya baseball, karena dia nggak bisa ngelakuin apapun dengan bener selain baseball.

Lee Jun Ho (Jung Kyung Ho), seorang sipir penjara yang adalah sahabat lamanya Kim Jae Hyuk. Selama di penjara bapak inilah yang menemani Kim Jae Hyuk melewati masa-masa sulit. Bromance mereka disini menyenangkan sekali diliatnya. Dan btw, kenapa pacarnya Sooyoung ini ganteng yah? Akhirnya ku mengerti kenapa rumput tetangga selalu keliatan lebih hijau. Hahaha. (Iyalah merhatiin rumput tetangga, rumput sendiri kan nggak punya. #sad #nggapapaijahsetrong)

Kim Min Chul (Choi Moo Song), mantan gangster yang udah dipenjara 22 taun karena ngebunuh orang. Kalau di selnya Jae Hyuk, bapak ini ke-leader-an sekali. Gahar tapi lembut. Kayak aku gitu (lagi-lagi iyain aja biar cepet)

Yoo Han Yang (Lee Kyu Hyung), anak muda yang masuk penjara karena narkoba. SUMPAH YAH DIA LUCU BANGET! hahaha literari lucu. Karena pemakai parah jadi ngomongnya kayak kaset kusut gitu dan melek buka mata aja susah. Hahahaha. Yoo Han Yang ini jadi salah satu tokoh yang bakal bikin drama ini jadi lucu dan menarik.

Captain Yoo (Jung Hae In), anggota tentara yang masuk penjara karena dituduh ngebunuh salah satu prajuritnya. Awal masuk sel kaku banget kayak kanebo kering, tapi lama-lama lucu juga #eh. Hahaha. Ganteng. Udah gitu aja. (fangirl simple)

Sipir Peung (Jung Woong In), sipir penjara yang aku kira jahat ternyata hatinya selembut Hello Kitty. Hahahaha. You guys cant blame me karena suudzon sama bapak ini. Perannya jadi jahat terus. Nggak tahan buat nggak suudzon. Hahahaha.

Kim Ji Ho (Krystal), pacarnya Kim Jae Hyuk yang kerjaannya putus nyambung.

Nah, tentang Krystal… lagi-lagi kayak kasus Hyeri di Two Cops, aktingnya juga dikritik sama netijen. Meski kali ini banyak juga netijen yang bilang aktingnya Krystal bagus. Bedanya, dia nggak sampe bikin surat permintaan maaf kayak Hyeri dan lebih ngambil sikap cuek (yang bikin bashingan dateng lagi. duh netijen) hahahaha.

Kalau menurut kamu gimana, Gits? Kata aku sih masih bisa dinikmati kok. Aku pribadi suka sama Krystal pas dia main di the Heirs. Lucu banget. (Sukanya sampai ke level nggapapa lah dia perannya jadi pacarnya Minhyuk. iya iya. Iyain aja biar cepet). Di drama ini, peran Krystal juga nggak terlalu banyak, karena dramanya memang lebih banyak ngabisin settingnya dalem penjara. Yang pasti mah di sini dia jadi keliatan mirip banget sama Jessica. Hahaha. Iya kan adiknya, Gits. Kalau mendadak mirip kamu nah, dia nggak bakalan bisa main drama. Hahaha. #mimpibabulagi

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Yap! Bagus, banyak banget life lessonnya. Dramanya nggak terlalu berat, jadi durasi 1.5 jam bisa nggak gitu kerasa panjang seepisodenya. Aku malah hampir setengah dramanya ngerasa kalau ini drama komedi, cuma settingnya di penjara. Bisa bikin ketawa, nangis, dan mikir. Eaaaa! Patut sekali ditonton! Meski cursing cursing kasar bertebaran di udara. Hahaha. Namanya juga isinya penjahat ya begitulah.

Drama ini udah bisa dipastikan (harus) ada season 2 nya. Aku mah maksa. Iya, soalnya di episode terakhir masih banyak yang belum terungkap. Cuma belum tau nih releasenya kapan. Semoga secepatnya! Hahaha (kayak syuting gampang aja gits)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!!

 

Korean Drama Review – 투깝스 (Two Cops)

id.pinterest.com

Oke, harus dari mana mulainya?

Jo Jung Seok kembali saudara-saudara! (nyalain petasan, tiup terompet, Yeah!), salah satu aktor favoritos aku akhirnya kembali ke layar kaca! Duileh, bahasanya udah kayak Seputar Indonesia belum? Hahaha. Dan apa lagi yang bikin bahagia? Begitu liat trailernya ada Kim Sun Ho! Tuhan sayang sekali sama aku. DUA BIAS SATU DRAMA! (Iya, santai aja, Gits… capslocknya nggak usah pake jebol segala.) Terima kasih, Tuhan!

Kalau bahas plot drama suka agak bingung ya mau jelasinnya tanpa nge-spoiler, dan juga karena ini drama beda sama film, konfliknya jadi beranak pinak. Maka dari itu, mari kita bahas unsur-unsur dramanya aja, yuk, capcus!

Kenapa dikasih judul Two Cops?

Terserah yang bikin ceritanya sih, kak. Hahahaha. (minta digampar pake dollar)

Cerita berawal dari Cha Dong Tak (Jo Jung Seok) yang adalah seorang detektif polisi dari divisi kriminal yang lagi berusaha menangkap Gong Soo Chang (Kim Sun Ho) si pencopet dan penipu ulung yang saat itu dicurigai jadi pelaku pembunuhan seorang polisi rekan kerja si Cha Dong Tak ini. Pas lagi berusaha bawa si Gong Soo Chang ini ke kantor polisi, mereka mengalami kecelakaan terjun bebas ke Sungai Han dengan keadaan tangan saling terborgol sampai nggak sadarkan diri. Cerita kemudian semakin seru ketika besoknya, Cha Dong Tak bangun udah di rumah sakit tapi sebenarnya dia bukan Cha Dong Tak, melainkan Gong Soo Chang. Nah loh! Jeng jeng jeng… Jadi, kemudian Two Cops akan diterjemahkan sebagai seorang polisi yang raganya satu tapi jiwanya dua orang. Mulai kebayang kan?

Drama ini lalu berjalan dengan kisah-kisah Cha Dong Tak ini yang (akhirnya mau) bekerja sama sama si Gong Soo Chang buat memecahkan kasus-kasus kriminal yang kemudian juga punya banyak hubungan sama hidup mereka masing-masing. Termasuk kenapa mereka ditakdirin buat jadi satu, dan juga termasuk Gong Soo Chang yang harus kembali ke tubuhnya sendiri sebelum 49 hari habis, Kalau nggak, bye.

Pemainnya gimana?

Kalau punya jempol lebih dari empat, semuanya kuacungin buat akting Jo Jung Seok di drama ini! Jo Jung Seok berhasil meranin dua orang dengan kepribadian dan kebiasaan yang jauh berbeda. Bayangkan, yang satu polisi dingin (yang kayaknya bisa diitung juga berapa kali si Dong Tak ini senyum atau ketawa *gila nyebutnya si Dong Tak emang elu ini akraban banget anaknya, Gits. Hahaha) yang satunya lagi penipu ulung yang pecicilan. AKU CINTA BANGET PADAMU, BANG! *kasih peluk cium* *ditampol mbak Gummy pake piano* Brrrrravo! *masih aja histeris*

Kim Sun Ho yang jadi partnernya juga luar biasa. Chemistry mereka beneran enak banget diliatnya. Sejak liat Kim Sun Ho di Strongest Deliveryman, aku udah suka sama abang yang satu ini juga. (Yes dia 86! I got another Oppa! Hahaha). Perannya disini juga nggak kalah pecicilan sama di Strongest Deliveryman. Aku sampai bingung apa sebenarnya babang Sun Ho itu orangnya emang pecicilan? Tapi, buat aku sih itu biar jadi salah satu kharismanya Sun Ho. Meski ya, sebagai seorang aktor dia juga pasti mengharapkan peran yang lebih serius mungkin. (kesotoyan hqq). Aku menunggu karyamu berikutnya, bang!

Hyeri! Ini nih yang dari awal tayangnya si Two Cops ini jadi kontroversi sendiri di kalangan netizen. Banyak komentar miring tentang betapa jeleknya akting dia. Sampai di akhir penayangan Two Cops kemaren Hyeri bikin surat tentang permintaan maaf soal aktingnya di drama ini. You guys can check the news here .Huhuhu, sampai segitunya. Suka sedih sendiri. *mendadak mellow*

Menurut kamu gimana, Gits?

Menurut aku yang hanya remah berlian dan nggak ngerti apa-apa soal kualifikasi akting bagus atau akting jelek itu kayak gimana, menganut paham kalau akting itu bagiannya bukan bagus atau jelek, tapi cociks enak diliat atau kagok jadi nggak enak diliat. Gitu aja sih Hahaha. (Gilingan aja sih udah nggak ngerti akting terus sok-sok an bilang akting orang jelek LoL) dan buat aku di drama ini sesungguhnya Hyeri sih nggak sejelek itu. Dan lagi sebenernya porsinya juga nggak sebanyak itu. Hyeri memang juga jadi pemeran utama di samping Jo Jung Seok dan Kim Sun Ho, tapi sepenilaian aku, porsinya nggak sebanyak pria-pria itu. Jadi tarolah kata orang-orang aktingnya nggak enak diliat, tapi buat aku sih nggak ngaruh juga. Hahaha. Hyeri yang disini berperan jadi Song Ji An, reporter yang kemudian juga punya love line sama Dong Tak yang sayangnya terlalu sibuk buat ngurusin orang-orang jahat sehingga nggak sempet pacaran, bikin peran Song Ji An sendiri makin nggak terlalu banyak. Kata aku yaaa… bebas-bebas aja orang kalau punya pendapat lain. Aku sih yes nggak tau mas Anang. Hahaha!

Jadi, drama ini recommended apa nggak?

Melihat dari speed diri sendiri saat nonton, 32 episode abis dalam 3 hari, tanpa skip pula, berarti drama ini bisa dicerna dengan mudah dan menyenangkan! Konflik yang ada di drama dengan tema kepolisian mah standar ajalah. Si ini nutupin kejahatan si itu karena punya koneksi sama yang di atas terus yang nggak salah jadi salah sementara yang salah malah enak-enakan main golf. Ya masih seputaran gitu aja. Nggak terlalu berat dan nggak terlalu banyak darah. Pemain pendukungnya juga mumpuni sekali! Buat kamu yang rajin nonton drama pasti udah banyak muka yang dikenal. Dan buat drama kepolisian ini memang drama komedi juga sih. Jadi menghibur sekali! Termasuk quotes yang akan aku ingat :

Ceritanya, mereka lagi diskusi tentang gimana caranya ngejebak penjahat :

“Let’s go after the one weakness that all man have.”

“What? His Mom?”

Oke, pelajaran moralnya adalah : Laki-laki sejati harusnya lemah di hadapan ibunya. CAMKAN ITU ANAK ANAK!

Hahahaha. Leh ugha u.

Good Job, Two Cops! KUCINTA PADAMU.

Sampai ketemu di review berikutnya!

I Love you, Thank you!

 

Korean Movie Review – 신과함께 (Along with The Gods)

GOD_P_05_980-nhsrgg4qpgphr1eut5ejh29jfx0quwldocsvdgadny

Sebelumnya, akan aku ceritakan dulu keadaan bioskop pada saat nonton film ini (Nggak penting sih cuma biar kalian ada gambaran aja LoL)

Aku kebetulan nonton film ini hari Jumat siang kemaren (12/1) di CGV BEC. Entah aku yang udah kelamaan nggak sekolah (hush! ga boleh nyebut tua, ini namanya dewasa), atau emang kalau Jumat jam segitu anak-anak sekolah udah pada bubaran (sumpah sih dulu lupa kalau Jumat sekolah biasanya sampe jam berapa. Hahaha), yang pasti hari itu banyak banget anak-anak sekolah berseragam di area CGV. Antreannya lumayan panjang sis, udah keder aja takut nggak kebagian tempat, tapi taunya emang sebagian ngantri film ini sebagian ngantri Insidious. Jadi dengan sisa satu jam sebelum film dimulai aku kebagian kursi yang nggak terlalu tengah tapi juga Alhamdulillah nggak terlalu depan. Studionya kebetulan dapet yang kecil. (Update : pas udah masuk lumayan deket sama layar juga sih, tapi nggak sampe jereng mata Hahaha).

Lalu celingukan, beneran deh CGV siang itu didominasi sama anak-anak SMP sama anak SMA (aku bukan cenayang, aku tau dari seragam yang mereka pake. Haha) Udah bergumam aja dalam hati “Duh, mudah2an yang nonton film ini nggak anarkis yah…” Kenapa was-was? Karena berbekal pengalaman nonton film Train to Busan dan My Annoying Brother yang juga di bioskop, saat itu penontonnya juga sama-sama didominasi sama anak-anak sekolah. Bukan maksud menyamaratakan semua kelakuannya yaaa.. cuma saat itu nontonnya jadi berasa nonton di rumah, bukan di bioskop. Hahahaha. Tahu kan kelakuan kalian (dan mungkin termasuk aku) kalau lagi nonton film bareng temen-temen di kosan atau di rumah terus artis kesukaan kalian, atau kalau adegannya lagi gereget suka teriak-teriak sendiri? Nah kayak gitulah keadaan bioskop aku pada saat itu. Hahaha. Jadi, maapin aja ini mah kalau udah gelisah duluan liat penontonnya kebanyakan anak-anak abg. (Eits, inget aku mah anak dewasa. Hahaha)

Oke, waktunya nonton! Update you guys (soal keadaan bioskopnya), later! (Anaknya teh emang doyan gibah banget. Hahaha)

Film ini di Koreanya sendiri cetar membahana tornado, sis! Udah sampe 10juta penonton nggak nyampe sebulan.*cek beritanya di sini aja Berbekal berita ketenaran itulah dan Cha Tae Hyun, maka timbullah rasa penasaran dan yes, akhirnya tayang juga di Indonesia nggak lama setelah tayang di Korea. Cha Tae Hyun sendiri buat aku adalah aktor yang filmnya nggak pernah nggak rame selama ini.

Begitu mulai, film ini, kesannya malah kayak film horor. Kebetulan, aku yang berangkat ke bioskop tanpa liat dulu sinopsis filmnya (baca sih, cuma nggak kebayang. Iya, segitu kecilnya kapasitas prosesor otak aku /harap maklum). Terus begitu mulai kalimatnya udah berbau ‘akhirat’. Adegan berikutnya adalah Kim Ja Hong (Cha Tae Hyun) yang seorang fireman yang lagi gelantungan di tali yang talinya mau putus kebakar pas nyelametin seorang anak perempuan dari gedung yang lagi kebakaran. Duh, baru beberapa menit pertama aja lumayan bikin mules.

Film ini sendiri secara keseluruhan bercerita tentang proses reinkarnasinya Kim Jae Hong. Tentang gimana manusia yang udah meninggal harus ngelewatin dulu tujuh pengadilan sebelum bisa reinkarnasi. Ukuran reinkarnasi itu adalah kayak ukuran kesuksesan manusia yang berarti udah hidup sebagai orang baik. Kim Jae Hong yang meninggal pas lagi bertugas nyelametin orang, dianggap sebagai pahlawan yang muncul setelah 19 tahun nggak ada manusia sehebat itu di alam sana. Nah, pengadilan-pengadilan yang harus dilewatin itulah yang jadi dominasi alur cerita film ini. Di setiap pengadilannya, ada banyak cerita hidup yang buat aku bagus. Kayak mengajarkan banyak hal kalau hidup kadang nggak seperti kelihatannya. Bahkan orang yang dianggap sempurna dan penuh kebaikan kayak Kim Jae Hong ini juga punya aja kesalahan-kesalahan yang nggak dia sadarin.

Nah, selama melewati pengadilan-pengadilan di akhirat sanalah dia ditemenin sama Guardian-guardiannya yang bertiga itu yang kayak di poster. Tugas Guardian ini adalah jadi guide sekaligus tim pembela kalau sampai ada pengadilan yang ngasih tuntutan nggak sesuai. Guardian-guardian ini harus mengantar arwahnya buat sampai sukses reinkarnasi. Pasukan Guardiannya ada Ha Jung Woo (bapak kapten gagah dan berkharisma), Ju Ji Hoon (ini yang bikin seger sepanjang film! Aduh aku sampai lupa kapan terakhir liat dia di film… dan dalam hati langsung bertanya-tanya ’emangnya dia teh emang seganteng ini’? Oke, terus langsung browsing dan wow dia udah jomblo sekarang. Oke thanks. Hahaha #mimpibabu), sama Kim Hyang Gi (nama tetehnya lucu deh Hyang Gi, dan aku terakhir liat artikel dia yang dimirip-miripin sama D.O EXO di film ini. Gimana menurut kalian? Lumayan mirip sih emang.)

Dari segi cerita, ini film bagus! Aku sampai mewek kejer nontonnya :(((((( meski ritme meweknya gini : terharu, nangis, mewek (mewek itu nangis dengan level lebih ingusan LoL), ketawa, nangis lagi, mewek lagi, ketawa lagi, dan mewek sampai habis. Sumpah ya, menuju akhir film udah bingung ini sopannya ngasih reaksi mewek aja apa ketawa juga boleh yah? Gitu. Penasaran? Ditonton aja! Hahahaha. Yang pasti sih film dengan tema keluarga, buat aku mah selalu lebih bikin pusing :((((

Dan apa lagi yang bikin film ini bagus? Special EFEKNYA! (Bahasa campur-campur semaumu, Gits. Udah kayak es) Kalau bahasa kerennya mah CGI. Ih keren! Aku adalah termasuk salah satu penonton yang sangat menikmati film-film dengan CGInya yang mumpuni. Biasanya kalau udah bagus banget akan sampai ke tahap penasaran, ini syutingnya gimana atau ini bikinnya gimana. Suka kagum sendiri nggak sih? Atau aku aja? (Mungkin ada hubungannya sama kapasitas otak yang minimalis atau emang aku mah anaknya gampang kaguman aja, Hahaha.)

Kurangnya apa? Aku nggak tau yah tentang berita kalau ini adalah film pertama dari sekuel yang katanya bakal ada itu bener apa nggak (will update you guys kalau aku menemukan sumber terpercaya, atau mungkin kalian menemukannya duluan kabar-kabari ya!) cuma emang ada beberapa bagian yang belum ketemu jawabannya. Lagi-lagi kirain aku doang yang suka nggak ngerti sama jalan cerita kalau udah mulai terlalu banyak konflik, taunya di bagian akhirnya, tokoh dalam filmnya sendiri yang juga bertanya hal yang sama kayak yang aku pertanyakan. Hahaha. (Yes, kali ini aku jagoan!) Mudah-mudahan emang bener ada sekuelnya, dan mudah-mudahan lagi sekuelnya sebagus film yang ini (terkadang mah kusuka trauma sama sekuel-sekuelan).

Dan ya, seperti 10 juta penonton lainnya dan bahkan lebih, film ini sangat rekomendasi buat ditonton! Akting semua aktor dan aktris pendukungnya mumpuni sekali, sis! Meski Ju Ji Hoon membuatku hilang fokus dan membuatku galau. Lah. Hahaha. #mimpibabupart2

Yang udah nonton, selamat! Yang belum nonton, selamat menonton!

*Cerita tambahan : Jadi gimana Git, keadaan bioskop pas nonton film ini? Hahaha.

Begitu waktunya masuk, aku barengan sama rombongan anak seragam putih biru yang di jalan menuju auditoriumnya aja udah rame bener kek lagi arisan. Pas masuk aku udah ngedoa aja mudah-mudahan nggak sebaris atau nggak deketan (ya kan ngedoa nggak satu studio udah nggak mungkin, Hahaha) Juga berdoa supaya mereka nggak anarkis pas nonton, karena aku tau alasan mereka semua nonton siang itu karena apa. Karena siapa lebih tepatnya. Yes, D.O EXO saudara-saudara! Kenapa aku tau? Karena mereka udah heboh ngomongin D.O dari sebelum masuk. Fyi, D.O emang bagus pisan sih aktingnya. Sumpah, nggak pake boong.

Oke, film dimulai semua berjalan seperti seharusnya. Hening dan menyenangkan, sampai D.O nongol. Hahahaha. Di film ini peran D.O emang nggak banyak, tapi dia jadi salah satu peran kunci buat film ini dan perannya cukup mengundang reaksi heboh bahkan buat aku yang datang bukan buat liat D.O doang (tapi Alhamdulillah masih dikasih eling ini lagi di bioskop Hahaha) Begitu D.O yang perannya jadi tentara ini muncul, nyaris semua orang termasuk teteh teteh di sebelah aku yang keliatannya kirain kalem langsung teriak “D.O!!!” Ya, kayak nonton konser. Bukan nonton bioskop. Oyeah, selamat datang di bioskop yang berubah jadi area Music Bank! Hahaha. Beberapa orang di sekeliling aku termasuk teteh teteh yang di sebelah aku langsung sibuk ngambil handphone dan motret D.O di layar. LUAR BIASA. Buat adek-adek yang mungkin baca ini jangan ditiru yah.. gimana juga itu adalah tindakan tidak terpuji dan sesungguhnya melanggar hukum. You guys, kalau mau dapet gambar idola kalian lagi main film kunjungi aja google atau fansitenya, yakin akan lebih banyak hasil fotonya dengan resolusi yang lebih mumpuni buat dipajang di hp atau di desktop kalian (mari sis, aku tau soalnya kebiasaan kita fangirl kan rata-rata sama, Hahaha.) Tapi, overall dibanding sama pas nonton Train to Busan dulu  kehirukpikukan di dalam auditorium nggak terlalu heboh. Nggak hampir setengah film. Hahaha. Alhamdulillah!

Sekali lagi, yang belum nonton dan punya rencana nonton, selamat menonton (dengan tertib dan saling menghormati ya!)

Sampai ketemu di review berikutnya!

I love you, Thank you!!

 

Korean Movie Review – 조작된 도시 (Fabricated City)

Fyi dulu sebelumnya kalau kalau content post ini mengandung delusi dan ngefangirl kelas kakap segede paus. Hahahaha.(Jadi ceritanya kalau udah baca dilarang protes :p)

Dikarenakan Ji Chang Wook sekarang memasuki top 2 bias aku dan ini adalah film perdananya Ji Chang Wook maka bulat tekad untuk langsung nonton di bioskop begitu keluar! Alhamdulillah rilis di Indonya ga jauh beda sama rilis di Korea, jadi nggak kudet kudet amat. Secara sih udah sirik duluan sama fans-fans Korea yang foto tiketnya udah bertebaran duluan di Instagram (terus aku ga mau kalah. LoL)

Fabricated sendiri udah kedengeran berita syutingnya bahkan sebelum Ji Chang Wook syuting K2. Nggak ngerti kenapa bisa jadi lama syuting dan rilisnya, tapi finally!

Filmnya seru! Ini seperti perpaduan antara hacker hacker plus balapan liar (itu terbayang-bayang banget adegan kejar-kejaran mobil yang udah macem fast furious). Ji Chang Wook sendiri disini berperan sebagai Kwon Yu, mantan atlet Taekwondo yang kemudian jadi gamers lalu kena tuduh pemerkosaan dan pembunuhan sampai akhirnya masuk ke penjara. Kwon Yu yang bertekad membersihkan nama baiknya, langsung berpetualang bersama geng gamersnya buat nyari tahu kenapa bisa dia yang sampe dituduh dan masuk penjara. Iya, soalnya ditangkepnya pas bangun tidur, jadi masih setengah sadar. Hahaha.

Buat Chang Wook sendiri, yak dia dapet genre action lagi! Aku sendiri sebenarnya nggak keberatan sih dia main action terus, karena kapan lagi bisa liat dia topless kayak di K2 atau bersimbah keringat kayak di film ini. hahaha! (come on sweat is sexy!), tapi sebagai yang sebenarnya bukan terlalu peminat film action, dan juga sebagai wish listnya Chang Wook sendiri sebelum wamil, dia pengen main drama komedi. Oh, Please! Itu ide bagus! Hahaha. Akting Chang Wook sendiri di film ini oke banget dan berdasarkan artikel yang sempet dibaca adalah banyak adegan action Chang Wook yang nggak pake stuntman. (Gimana coba dedek ga cinta sama totalitas abang satu ini?!) *peluk Chang Wook* *siapin balsem buat urut* *sama secangkir teh manis dan satu kecupan manja* LoL

Pemain pendukung yang lainnya pun bikin film ini makin oke. Di poster promonya, selain ada Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung (yang aku inget sih terakhir liat dia di Granny Idol. inget nggak? film yang nenek nenek kembali jadi muda terus jadi idol) , juga ada Ahn Jae Hong (ini masih seger, dia yang jadi kakaknya Ryu Jun Yeol di Reply 1988), peran mereka berdua disitu kocak abis! Yang Shim Eun Kyung, dia jadi hacker yang akhirnya bantuin Kwon Yu buat nemuin bukti-bukti alibinya tapi sociophobia abis! Nonton deh dan kalian akan ngakak gimana jadinya orang yang nggak bisa ketemu orang sama sekali sebenernya tapi harus berhubungan dengan orang banyak. Hahahahaha. Duh, inget lagi ngakak lagi. Ahn Jae Hong ini lebih ke clumsy sih, yang juga jadi bumbu komedi biar filmnya ga jadi terlalu tegang dan nelangsa.

Dan keadiran Oh Jung Se juga jadi kejutan sendiri buat film ini. Apa coba? Nonton aja aaahhhhh…. Hahahaha.

Buat yang belum nonton, film ini seru! Seneng deh kemaren sempet nonton di bioskop (update per hari kemaren sih (14/3) filmnya masih ada di CGV jadi yang belum sempet nonton msih bisa meluncur!), dapet studio yang nggak gitu gede, weekday jadi nggak banyak anak sekolah, jadi kayaknya isinya fangirl2 seumuran aku yang di awal tengah akhir atau setiap ada adegan yang Chang Wooknya dizoom atau dia keliatan ganteng banget semuanya memekik tertahan. Hahahaha. Happy!

Selamat menonton!fullsizephoto803081